Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Desakan Muktamar NU Digelar Tahun Ini, PWNU Jatim Khawatir soal Krisis Legitimasi

PWNU Jatim mendesak Muktamar ke-34 NU dapat digelar pada akhir tahun ini. Alasannya demi menjaga marwah organisasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2021  |  13:35 WIB
Merayakan Hari Santri 22 Oktober.  - PBNU
Merayakan Hari Santri 22 Oktober. - PBNU

Bisnis.com, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendesak agar pelaksanaan Muktamar ke-34 NU digelar akhir tahun ini.

Terkait dengan usulan itu, PWNU Jatim akan memperjuangkannya saat agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, yang akan diselenggarakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 25-26 September 2021 mendatang.

Rais PWNU Jawa Timur, KH Anwar Iskandar mengatakan, penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU sedianya digelar pada tahun lalu.

Namun demikian, rencana tersebut ditunda karena kondisinya tidak memungkinkan lantaran adanya pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pihaknya khawatir jika Muktamar kembali ditunda akan menimbulkan krisis legitimasi di tubuh PBNU.

“Usulan ini semata dimaksudkan agar roda organisasi terus bisa berjalan dalam keadaan apa pun,” ujar Anwar seperti dilansir dari NU.or.id, Selasa (14/9/2021).

“Saya khawatir kalau muktamar tidak digelar tahun ini akan ada krisis legitimasi di tubuh PBNU,” tambahnya.

Sebagai informasi, rapat gabungan yang memutuskan untuk mengusulkan Muktamar NU digelar pada tahun 2021 ini diikuti jajaran pengurus harian Tanfidziyah dan Syuriyah di Gedung PWNU Jawa Timur.   

Rapat dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU KH Anwar Mansyur, juga dihadiri KH Anwar Iskandar, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Mutawakil Alallah, KH Ali Maschan Moesa serta beberapa kiai lainnya.   

Sedangkan dari jajaran Tanfidziyah hadir Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Wakil Ketua KH Abdusalam Sohib, serta Sekretaris PWNU Prof Ahmad Muzakki.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PBNU
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top