Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PTPN XII Bakal Pasok 3 Komoditas Agro untuk Produk Nusakita

Merek Nusakita yang diluncurkan oleh Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan ini akan menghadirkan sejumlah produk seperti minyak goreng, gula pasir teh dan kopi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Agustus 2021  |  14:36 WIB
PTPN XII Bakal Pasok 3 Komoditas Agro untuk Produk Nusakita
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani (kanan) serta Menteri BUMN Erick Tohir (tengah) secara simbolis meluncurkan Produk Ritel Brand Nasional "NUSAKITA" di Jakarta, Selasa (17/8/2021) ANTARA - HO / PTPN III

Bisnis.com, SURABAYA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII menyatakan kesiapannya untuk memasok produk agro berupa gula, teh, dan kopi dengan merek dagang Nusakita yang baru diluncurkan oleh Holding Perkebunan Nusantara.

Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan PTPN XII Winarto mengatakan PTPN XII sejak beberapa tahun lalu sudah melakukan hilirisasi aneka komoditas perkebunan yang dipasarkan dengan merek dagang Rollaas berupa kopi bubuk, teh sachet, cokelat, bahkan air minum dalam kemasan (AMDK).

“Untuk itu, kami juga akan menyiapkan produk gula, teh, dan kopi untuk dijadikan bagian dari brand Nusakita. Sedangkan berapa jumlah komoditas yang akan dipasok untuk Nusakita nantinya akan menyesuaikan seiring dengan berjalannya produk ini, karena memang ini masih tahap awal,” ujarnya kepada Bisnis, (19/8/2021).

Dia menjelaskan selama ini penjualan produk hilir perseroan telah ditangani PT Rolas Nusantara Mandiri yang merupakan anak perusahaan PTPN XII dengan sistem penjualan daring maupun luring. 

“Hilirisasi produk yang dilakukan PTPN XII sejauh ini berdampak positif berupa peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, dan hasil penjualannya memberikan kontribusi terhadap pencapaian revenue PTPN XII yang mencapai Rp1,43 triliun pada tahun lalu,” imbuhnya.

Winarto menambahkan PTPN XII saat ini telah mengelola kebun kopi arabika seluas 5.471 ha dan kopi robusta seluas 5.244 ha di Jatim, serta kebun teh seluas 1.7010 ha di wilayah Kabupaten Blitar, Malang, Lumajang, dan Jember.

Untuk produksi kopi arabika PTPN XII tahun lalu mampu mencapai 2,38 juta kg lebih dan tahun ini ditarget bisa mencapai lebih dari 2,61 juta kg. Sebaliknya, kopi robusta tahun lalu mencapai 2,62 juta kg dan tahun ini ditarget 3,5 juta kg. Sementara untuk produksi teh tahun lalu mencapai 2,25 juta kg dan tahun ini ditarget mencapai 2,311 juta kg.

“Kami juga mengoperasikan Pabrik Gula Glenmore di Banyuwangi dengan realisasi produksi tahun tahun sebanyak 44.255 ton gula pasir dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 61.000 ton dengan masa giling 125 hari,” imbuhnya.

Direktur Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan PTPN III sendiri akan memasok hasil produksi minyak kelapa swait (CPO) untuk merek Nusakita.

“Langkah hilirisasi ini merupakan menjaga ketahanan pangan dan mendorong peningkatan nilai tambah,” ujarnya.

Merek Nusakita yang diluncurkan oleh Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan ini akan menghadirkan sejumlah produk seperti minyak goreng, gula pasir teh dan kopi. Brand Nusakita diluncurkan bertepatan dengan momentum Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Jakarta.

Produk Nusakita akan didistribusikan secara nasional dan pada tahap awal akan tersedia di area Sumatera Utara/Medan dan wilayah Jabotabek pada September-Desember 2021.

Pemasarannya menggandeng distributor CV Cipta Usaha Nagari dan 2 perusahaan startup nasional Tanihub dan Warung Pintar serta berkolaborasi dengan jaringan BUMN seperti Warung Pangan BGR. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding bumn ptpn xii
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top