Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Jember Gandeng Pemkab Banyuwangi Perluas Pemakaian QRIS

Seperti pedagang yang mempunyai kios di pasar-pasar tradisional di Kab. Banyuwangi telah memanfaatkan QRIS untuk pembayaran retribusi pasar yang menjadi tanggungan mereka.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Juni 2021  |  20:16 WIB
Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo (dua dari kanan) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas melihat transaksi dengan QRIS pada kegiatan Beli di Pasar dan UMKM 6.6 di Pasar Kalibaru, Kab. Banyuwangi, Minggu (6/6/2021). - Bisnis/Choirul Anam
Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo (dua dari kanan) bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas melihat transaksi dengan QRIS pada kegiatan Beli di Pasar dan UMKM 6.6 di Pasar Kalibaru, Kab. Banyuwangi, Minggu (6/6/2021). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, BANYUWANGI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember menggandeng Pemkab Banyuwangi memperluas pemakaian QRIS, aplikasi sistem pembayaran berbasis barcode, di pasar-pasar tradisional di daerah tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengatakan percepatan pemakaian QRIS mendapatkan momentumnya karena Pemkab Banyuwangi mempunyai program Hari Belanja di Pasar dan Beli UMKM.

"Lewat kegiatan promosi belanja di pasar dan produk UMKM yang dilakukan setidaknya setiap bulan sekali, maka ada peningkatan transaksi sehingga perlu pula didukung sistem yang memudahkan para penjual dan konsumen, yakni menggunakan QRIS," katanya di sela-sela kegiatan Beli di Pasar dan UMKM 6.6 di Pasar Kalibaru, Kab. Banyuwangi, Minggu (6/6/2021).

Pemakaian QRIS di pasar-pasar tradisional di Kab. Banyuwangi juga menemukan momentumnya karena pemda setempat mempercepat pelaksanaan layanan publik terutama pembayaran pajak dan retribusi secara digital, terutama penggunaan QRIS.

Seperti pedagang yang mempunyai kios di pasar-pasar tradisional di Kab. Banyuwangi telah memanfaatkan QRIS untuk pembayaran retribusi pasar yang menjadi tanggungan mereka.

Dengan penggunaan QRIS untuk membayar retribusi, layanan sistem pembayaran bisa diperluas penggunaannya untuk transaksi jual- beli komoditas di pasar tradisional.

Penggunaan QRIS di pasar tradisional baik dari sisi pedagang, konsumen maupun pemda. Bagi pedagang, yakni mudah, sederhana, praktis, tidak perlu menyediakan uang pengembalian , sehat, dan terhindar dari uang palsu.

Di sisi konsumen, adanya transaksi QRIS memberikan keuntungan karena ada tambahan alternatif sistem pembayaran, selain tunai, dan menggunakan mesin edc. Selain itu praktis dan tanpa harus tatap muka, suatu yang dihindari pada masa pandemi.

Adapun bagi Pemda, sistem ini mempermudah pengelolaan penerimaan retribusi, serta adanya transparansi. "Pengalaman Pemda DKI yang memanfaatkan sistem pembayaran pajak daerah dan retribusi digital ternyata mampu meningkatkan penerimaan daerah di sektor tersebut secara signifikan," ucapnya.

Oleh karena itulah, kata Hestu, BI Jember terus berupaya mempeluas penggunaan QRIS di wilayah kerja kantor tersebut. Sampai saat ini, QRIS sudah dimanfaatkan selain pedagang di pasar tradisional, juga tempat-tempat ibadah untuk kegiatan donasi dan zakat, lembaga-lembaga pendidikan, destinasi wisata dan lainnya.

Sedangkan merchant yang memanfaatkan QRIS, sampai Mei 2021 ada 98.000 dan sampai akhir 2021 diharapkan dapat bertambah menjadi 149.000 merchant. "Dari sisi transaksi, sampai April 2021 ada 32.000 transaksi dengan nilai kumulatif sebesar Rp1,7 miliar.

Dengan angka transaksi sebesar itu, dia menilai, maka masih terbuka peluang untuk peningkatannya. Kuncinya pada sosialisasi. Dengan begitu masyarakat menjadi akrab dan terbiasa sehingga senang bertransaksi dengan QRIS.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mendukung pemanfaan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS seperti pada layanan pemda, pedagang di pasar tradisional, gerai-gerai UMKM dan lainnya.

Oleh karenanya, dia telah memerintahkan staf pemda untuk terus mensosialisasikan penggunaan QRIS secara lebih luas karena menguntungkan serta memudahkan mereka dalam bertransaksi. "Seperti program digitalisasi UMKM, implementasinya a.l bertransaksi secara digital," ucapnya.

Pemilik Kios Garuda di Pasar Kalibaru Safik mengaku senang dengan adanya layanan. Dengan QRIS, maka konsumen mempunyai beberapa pilihan untuk bertransaksi.

"Seperti ada pembeli kami tamu dari Margo Utomo Eco Resort. Mereka tetap bisa bertransaksi meski tanpa membawa uang tunai dengan memanfaatkan QRIS," katanya. (K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia banyuwangi jember Transaksi Nontunai QRIS
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top