Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Otomotif Diyakini Tumbuh, Indospring Bidik Penjualan Rp2,1 Triliun

Gaikindo memperkirakan 750.000 unit mobil akan terjual tahun ini, naik dari pencapaian 2020 yang hanya sebesar 532.000 unit. Sehingga ini sangat potensi bagi industri komponen kendaraan
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  16:30 WIB
Ilustrasi produk yang dihasilkan Indopsring. - Indospring
Ilustrasi produk yang dihasilkan Indopsring. - Indospring

Bisnis.com, SURABAYA — Produsen komponen otomotif PT Indospring Tbk. tahun ini memproyeksikan penjualan bisa mencapai Rp2,1 triliun atau naik 31 persen sejalan dengan mulai pulihnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Direktur Utama Indospring, Ikawati Nurhadi mengatakan pulihnya pertumbuhan ekonomi dunia ini diyakini akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor terutama untuk pasar Amerika Serikat dan Jepang.

“Sedangkan di pasar domestik, Gaikindo memperkirakan 750.000 unit mobil akan terjual tahun ini, naik dari pencapaian 2020 yang hanya sebesar 532.000 unit. Sehingga ini sangat potensi bagi industri komponen kendaraan,” jelasnya, Rabu (19/5/2021).

Dia mengatakan pertumbuhan industri otomotif ini juga masih dipengaruhi daya beli konsumen meskipun pemerintah telah memberikan keringanan PPnBM atas penjualan mobil kategori tertentu dengan kandungan lokal mencapai 70 persen, serta membaiknya harga komoditas seperti batu bara, sawit dan karet.

“Namun untuk menjaga kinerja, perseroan melakukan pengendalian yang ketat terhadap persediaan bahan baku flat bars yang disesuaikan dengan proyeksi penjualan tetapi tetap mengantisipasi pemulihan bisnis mendatang,” imbuhnya.

Adapun pada tahun lalu, Indospring membukukan penjualan sebesar Rp1,6 triliun atau turun 22,2 persen dibandingkan 2019 yang mencapai Rp2,1 triliun. Sedangkan laba bruto tahun lalu mencapai Rp261 miliar atau turun 15,7 persen.

Sementara, laba bersih setelah pajak dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk masing-masing Rp59 miliar atau turun 42 persen dibandingkan 2019.

“Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya penjualan kendaraan roda empat dan rida dua lebih dari 40 persen dibanding tahun lalu, sebagai dampak dari pandemi yang merebak di berbagai penjuru dunia,” jelasnya.

Ikawati menambahkan perseroan tahun ini lebih optimistis dan akan berupaya untuk melakukan berbagai efisiensi biaya produksi dan biaya operasi, serta melakukan terobosan-terobosan baru di pasar ekspor dan menjajaki pengembangan bisnis baru.

“Dengan melakukan pembatasan yang ketat terhadap pembiayaan investasi dan biaya produksi dan operasi, diharapkan perseroan mampu mencapai target laba bersih tahun ini mencapai Rp97 miliar atau naik 66 persen,” imbuhnya.

Diketahui saat ini, Indospring memiliki empat pabrik spring dengan kapasitas masing-masing produk yakni 120.000 ton pegas daun, 4,8 juta buah pegas keong panas, dan 84 juta buah pegas keong dingin, 24 juta buah valve spring dan 8,4 juta buah wire ring.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif suku cadang jatim indospring
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top