Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atasi Banjir, BBWS Brantas Bangun Sudetan Kali Bangiltak Pasuruan

Pembangunan sudetan dilaksanakan secara tahun jamak selama tiga tahun, terhitung sejak 2021. Warga yang lahannya terpakai diharapkan memahami alasannya.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  21:57 WIB
Ilustrasi - Daerah di Pasuruan yang kerap mengalami banjir - Istimewa
Ilustrasi - Daerah di Pasuruan yang kerap mengalami banjir - Istimewa

Bisnis.com, PASURUAN — Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Brantas bekerja sama dengan Pemkab Pasuruan akan mulai membangun sudetan Kali Bangiltak.

Proyek pengerjaan dimulai tahun ini untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi pada setiap musim terutama di wilayah Bangil, Beji, dan Gempol.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengatakan pembangunan sudetan dilakasanakan secara tahun jamak selama tiga tahun, yakni 2021-2023.

“Anggaran pembangunan bersumber dari APBN sebesar Rp600 miliar,” katanya di Pasuruan, Kamis (6/5/2021).

Dalam skema pembangunan sudetan tersebut, Pemkab Pasuruan berkewajiban menyelesaikan pembebasan lahan selama dua tahun. Pendanaan bersumber dari APBD setempat, sedangkan pembangunan fisiknya didanai APBN

Dia menegaskan total anggaran yang diperlukan untuk membebaskan lahan warga hingga fasilitas umum dengan total 1.872 bidang tanah  mencapai sekitar Rp250 miliar.

Perinciannya, Rp190 miliar untuk pembebasan lahan dan bangunan warga yang bersertifikat, Rp60 miliar untuk yang belum bersertifikat.

“Kalau yang tidak bersertifikat akan juga diberikan pengganti sukarela. Seluruh penganggaran untuk pembebasan lahan dibebankan kepada APBD Kabupaten Pasuruan," jelas Misbah.

Terkait ketersediaan anggaran pembebasan lahan, dia menjelaskan Pemkab Pasuruan akan mengupayakannya. Di sisi lain, ada refocusing di hampir semua OPD di Kabupaten Pasuruan.

"Insyaallah menjelang PAK akan diberikan gambaran nominalnya," ucapnya.

Wilayah Bangil, Beji, dan Gempol merupakan daerah langganan banjir pada setiap musim penghujan.

Dengan rencana pembangunan sudetan, ribuan rumah hingga fasilitas umum di 3 kecamatan akan dibebaskan.

Di Kecamatan Gempol meliputi antara lain Desa Gempol dan Lego, Kecamatan Beji meliputi Desa Cangkring Malang, Kedungringin, Kedungboto, dan Pagak, serta Desa Kalianyar dan Tambakan di Kecamatan Bangil.

Misbah menegaskan sejauh ini tahapan pembangunan masih dalam studi larap yang meliputi identifikasi permasalahan, baik dari sisi sosial maupun teknis lapangan. 

Selain itu, Pemkab Pasuruan mulai melakukan sosialisasi ke warga-warga yang akan direlokasi. Diharapkan mereka  dapat memahami karena  pembangunan sudetan memiliki multiplier effect yang besar. Hal itu menyangkut upaya penanggulangan banjir yang kerap menyambangi wilayah terdampak saat musim hujan tiba.

"Pentingnya dibangun sudetan, karena pada November atau Desember sampai Maret, beberapa wilayah selalu jadi langganan banjir. Karena itulah, dengan dibangunnya sudetan maka diharapkan bisa menanggulangi banjir. Pembangunan sudetan itu ditargetkan selesai 2023," kata Misbah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir pasuruan jatim bbws
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top