Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jawa Timur Perlu Tarik Investasi Industri Besar

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, realisasi investasi di provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp78,4 triliun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  13:45 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi pembicara dalam Musyawarah Daerah (Musda) XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2021). - Antara/BKPM.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi pembicara dalam Musyawarah Daerah (Musda) XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2021). - Antara/BKPM.

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan caranya mengeksekusi investasi joint venture antara Pertamina dan Rosneft asal Rusia senilai Rp211,9 triliun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang sempat mangkrak selama empat tahun.

Dalam rangkaian acara Musyawarah Daerah (Musda) XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2021), Bahlil menjelaskan investasi kilang itu terhambat karena pembebasan lahan seluas 800 hektare yang tidak terselesaikan.

"Terpaksa saya datangi dengan cara HIPMI. Saya datangi Tuban, pakai sarung, minum kopi, tidak pakai protokol. Kita selesaikan. Makanya ada desa miliuner itu. Itu akibat dari bayar tanah. Bukan ganti rugi tapi ganti untung. Itu transparan dan kita awasi. Dan menyelesaikan urusan tanah di Indonesia, kampusnya di HIPMI," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Bahlil yang juga Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019 itu meyakini bahwa mendatangkan industri besar menjadi salah satu cara memajukan Jawa Timur. Masuknya investasi besar seperti Pertamina-Rosneft dinilai akan dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak ganda ke daerah di sekitarnya.

Bahlil mengungkapkan dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, realisasi investasi di provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp78,4 triliun.

"Artinya sekalipun terjadi pandemi Covid, tapi realisasi investasi Jawa Timur itu lebih tinggi ketimbang tidak pandemi. Ini kondisinya," katanya.

Bahlil menambahkan bahwa realisasi investasi terbesar di provinsi Jawa Timur selama periode 2016-2020 disumbang oleh Kabupaten Gresik (Rp70,4 triliun), Kota Surabaya (Rp64,0 triliun), Kabupaten Pasuruan (Rp48 triliun), dan Kabupaten Sidoarjo (Rp30,4 triliun).

“Secara kebetulan, Bupatinya ini kader HIPMI, baik Bupati Gresik maupun Bupati Sidoarjo. Walikotanya juga adalah anak muda. Saya punya keyakinan ke depan, Jawa Timur itu akan betul-betul ditopang oleh tiga daerah ini," ucap Bahlil.

Dalam periode lima tahun terakhir (2016-2020), total realisasi investasi di Provinsi Jawa Timur mencapai Rp328 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi jatim

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top