Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ITN Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya Senilai Rp7 Miliar

Apabila produksi listrik yang dihasilkan berlebih dan tak termanfaatkan dalam lingkup kampus, nantinya akan dijual ke PLN,
Ilustrasi./Bisnis-Himawan L Nugraha
Ilustrasi./Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, MALANG — Institut Teknologi Nasional (ITN) menggandeng Surya Utama Nuansa (Sun Energy) membangun PLTS dengan kapasitas 500 kWp serta investasi senilai Rp7 miliar.

Rektor ITN Malang, Prof. Abraham Lomi, mengatakan PLTS bisa dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa dan untuk memenuhi kebutuhan energi kegiatan belajar mengajar di kampus ITN Malang.

“Apabila produksi listrik yang dihasilkan berlebih dan tak termanfaatkan dalam lingkup kampus, nantinya akan dijual ke PLN, tentunya dengan sebuah perjanjian kerja sama sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Minggu (7/3/2021).

Menurut dia, PT Wijaya Karya (Tbk) dan SUN Energy yang menawarkan kerja sama untuk menciptakan energi bersih di kawasan kampus dalam upaya memenuhi target pemerintah agar di tahun 2025 tercipta 23 persen energi nasional berasal dari energi baru terbarukan. PLTS adalah tumpuan dalam mewujudkan target itu.

“Ekonomi bersih dalam bentuk PLTS harus segera diwujudkan, ITN Malang juga memiliki lahan yang masih kosong, jadi ITN Malang sepakat dengan PT Wijaya Karya (Tbk) dan SUN Energy untuk membangun PLTS di ITN Malang yang digadang-gadang menjadi PLTS di kawasan pendidikan kedua terbesar di Indonesia setelah PLTS ITERA Lampung yang juga dibangun oleh PT Wijaya Karya (Tbk) dan SUN Energy,” ujarnya.

Direktur Operasi II PT Wijaya Karya ( Tbk) Harun Ahmad Zuhdi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari energi surya, geotermal dan lainnya.

Dengan energi yang melimpah, tentunya akan semakin membuat kemajuan besar bagi sebuah bangsa. Berbagai macam pembangunan tentu akan semakin mudah dengan melimpahnya energi.

"Kami akan terus mengkampanyekan penggunaan energi bersih, khususnya energi baru terbarukan di kawasan penddikan. Sinergitas BUMN, lembaga pendidikan dan swasta yang kompeten membangun PLTS sangatlah dibutuhkan dalam mencapai tujuan ini,” katanya.

Perwakilan Sun Energy Renadi Kusumawiangga mengatakan PLTS akan dibangun secara on-grid. Sistem on-grid merupakan sistem fotovoltaik yang hanya menghasilkan daya ketika jaringan daya utilitas (PLN) tersedia.

Sistem ini harus terhubung ke grid agar berfungsi. Kelebihan daya yang dihasilkan akan dikembalikan sistem ke jaringan ketika sel surya memproduksi daya berlebih sehingga ada surplus untuk digunakan nanti.

“Sistem on-grid yang akan diterapkan di ITN Malang merupakan sistem paling sederhana dan paling hemat biaya untuk menginstal energi panel surya dibanding dengan sistem off-grid, namun sistem ini tidak memberikan daya cadangan selama pemadaman jaringan,” katanya.

Dia menambahkan investasi untuk pembangunan PLTS ITN Malang sebesar Rp7 miliar yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab SUN Energy. Pihak kampus sama sekali tidak mengeluarkan dana, akan tetapi hanya menanggung biaya operasional.

“Kami targetkan bulan ke depan PLTS ITN Malang sudah bisa diresmikan dan digunakan untuk menciptakan energi bersih untuk penggunakan kegiatan penelitian mahasiswa, energi untuk kegiatan belajar mengajar dan juga apabila kelebihan produksi listrik, listrik akan dijual ke PLN," ujarnya. (K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper