Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Khofifah : Bantuan Rapid Antigen Dukung Pelaksanaan PPKM Mikro

Kehadiran bantuan rapid test antigen ini utamanya akan mendukung pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang sedang berlangsung di tingkat RT/RW dan desa/kelurahan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  18:49 WIB
Calon penumpang melakukan rapid test antigen. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Calon penumpang melakukan rapid test antigen. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan berbagai bantuan alat rapid test antigen yang diterima Pemprov Jatim akan segera didistribusikan untuk membantu mempercepat upaya testing, tracing dan treatment (3T) bagi orang yang terpapar Covid-19.

Dia mengatakan kehadiran bantuan rapid test antigen ini utamanya akan mendukung pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang sedang berlangsung di tingkat RT/RW dan desa/kelurahan.

“Bantuan alat rapid tes antigen diharapkan bisa mensupport keberhasilan penerapan PPKM mikro yang sedang diberlakukan di Jatim. Jadi, dalam upaya melakukan tindakan testing, kita membutuhkan alat rapid test antigen semacam ini,” katanya, Kamis (18/2/2021).

Dia mengatakan sebelumnya Pemprov Jatim menerima bantuan alat rapid test antigen sebanyak 99.000 reagen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun jumlah tersebut dinilai masih belum bisa mencukupi kebutuhan testing seluruh Jatim.

“Lalu kita kembali menerima bantuan rapid antigen sebanyak 10.000 alat dari alumni ITB angkatan 80 yang bekerja sama dengan PT Indec Diagnostic, dan juga bantuan satu unit mobil ambulans,” katanya.

Berdasarkan pantauan situs Jatim Tanggap Covid-19, hingga 18 Februari 2021, total kasus di Jatim sudah tembus 124.419 kasus, atau bertambah 559 kasus baru per hari ini. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 111.223 orang atau 89,39 persen telah sembuh, dan sebanyak 8.755 orang atau 7,04 persen meninggal dunia.

Sebanyak 4.441 orang lainnya merupakan kasus aktif yang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan maupun isolasi mandiri. Data Satgas Covid-19 Jatim ini juga menunjukkan bahwa dari total kasus meninggal dunia, sebanyak 7.601 orang dinyatakan meninggal karena terpapar Covid-19, dan sebanyak 1.154 orang meninggal karena memiliki penyakit lain atau komorbid sekaligus juga positif Covid-19.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim khofifah Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top