Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduk Jurang Kuping Ditutup, Pemantauan Diteruskan

Waduk Jurang Kuping di Surabaya, Jawa Timur, untuk sementara ditutup. Pada pedagang di lokasi itu mematuhi ketentuan yang dibuat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  01:15 WIB
Sejumlah petugas keamanan berjaga di jalan akses menuju lokasi wisata Waduk Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya./Antara - Pemkot Surabaya
Sejumlah petugas keamanan berjaga di jalan akses menuju lokasi wisata Waduk Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya./Antara - Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA – Masyarakat diimbau agar tidak mengunjungi Waduk Jurang Kuping, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur, seiring dengan penutupan tempat wisata tersebut sebagai dampak penertiban protokol kesehatan.

Camat Pakal Tranggono mengatakan meski wisata Waduk Jurang Kuping ditutup mulai Sabtu (13/2/2021), jajaran Kecamatan Pakal setiap hari selalu melakukan pengawasan dan pemantauan ke lokasi.

"Jadi, mulai Sabtu (13/2/2021), Minggu (14/2/2021), dan Senin ini, kami terus memantau setiap hari. Kami imbau warga tidak berkunjung ke tempat tersebut selama pandemi," ujarnya pada Senin (15/2/2021).

Menurut dia, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan penutupan di Jurang Kuping sudah sesuai dengan surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Forkopimka Kecamatan Pakal, yang pada intinya menghentikan aktivitas usaha di sana selama pandemi Covid-19.

Selama 3 hari penutupan dan pemantauan di lokasi, kata Tranggono, para pemilik warung kopi, warung nasi, tempat karaoke, dan sejenisnya sangat kooperatif. Mereka telah menutup warungnya masing-masing dan tidak ada kegiatan usaha di tempat tersebut.

"Alhamdulillah mereka patuh semuanya dan kooperatif, sehingga kami juga menyampaikan terima kasih banyak kepada para pengusaha di tempat tersebut yang telah menutup usahanya," katanya.

Oleh karena itu, dia juga mengimbau kepada warga yang ingin berkunjung ke tempat tersebut untuk menunda dulu kunjungannya, karena tempat tersebut tutup selama pandemi. "Karena kami mendapati masih ada warga yang hendak ke sana, tapi setelah melihat banyak petugas, mereka balik."

Dia juga memastikan pemantauan ini akan terus dilakukan. Hal itu menjadi penting dilakukan guna memastikan usaha di sekitar wilayah itu tetap menjalankan aturan yang telah ditetapkan. "Di sini biasanya ada kegiatan kuliner dan kegiatan karaoke. Makanya kita lakukan penutupan."

Meski kegiatan usaha di tempat tersebut ditutup, Tranggono memastikan untuk aktivitas warga masih diperbolehkan di antaranya seperti berangkat ke sawah atau mencari rumput. "Jadi tetap ada aktivitasnya. Kecuali tempat usaha karena selama ini yang menjadi perhatian kita adalah tempat usaha itu."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

objek wisata Covid-19

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top