Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zona Merah Covid-19 di Jatim Menjadi 8 Daerah di Akhir 2020

Kasus Covid-19 di Jawa Timur per Rabu (30/12/2020) mengalami penambahan 896 kasus baru, 911 pasien sembuh dan 61 orang meninggal.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  17:10 WIB
Peta risiko Covid/19 di Jawa Timur per 29 Desember.
Peta risiko Covid/19 di Jawa Timur per 29 Desember.

Bisnis.com, SURABAYA - Kasus Covid-19 di Jawa Timur per Rabu (30/12/2020) mengalami penambahan 896 kasus baru, 911 pasien sembuh dan 61 orang meninggal. Provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini memiliki kumulatif positif corona 83.217 orang, sembuh 71.378 orang dan 5.762 orang meninggal.

Adapun pada Selasa (29/12/2020), terdapat penambahan 789 orang kasus baru, sembuh 793 orang, dan 64 orang. Sebanyak 6.153 orang masih dirawat akibat infeksi Covid-19.

Sementara berdasar zona risiko, zona merah Covid-19 di Jatim kini menjadi delapan daerah, yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lumajang, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Madiun, Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro dan Tuban.

Zona risiko tinggi corona tersebut berbeda dengan kondisi pekan lalu saat ada enam daerah zona merah. Sebanyak enam daerah itu adalah Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kediri, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tulungagung, Kota Malang dan Kabupaten Tuban.

Bila dibandingkan dengan paruh pertama Desember, zona risiko tinggi Covid-19 di Jatim juga berubah. Kala itu enam daerah di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Jember, Tuban, Kediri, Kota Blitar dan Kota Malang, menjadi zona merah alias berisiko tinggi penyebaran Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top