Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hipmi Sebut Iklim Usaha Jadi Tantangan Wali Kota Surabaya Terpilih

Dalam memajukan perekonomian Kota Surabaya, calon pemimpin baru Surabaya ini juga diharapkan melanjutkan program-program sebelumnya, seperti pemerataan pembangunan infrastruktur yang lebih modern, efektif dan efisien.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  06:09 WIB
Petugas mengantre untuk mengembalikan logistik hasil Pilkada Kota Surabaya di Kantor Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020). Setelah dilakukannya penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), logistik Pilkada Kota Surabaya 2020 diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). - Antara/Didik Suhartono.
Petugas mengantre untuk mengembalikan logistik hasil Pilkada Kota Surabaya di Kantor Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020). Setelah dilakukannya penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), logistik Pilkada Kota Surabaya 2020 diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). - Antara/Didik Suhartono.

Bisnis.com, SURABAYA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya menyebut tantangan Wali Kota Surabaya terpilih nantinya adalah menciptakan iklim usaha yang pro pengusaha guna memajukan kota.

Ketua Hipmi Surabaya, Muhammad Luthfi mengatakan kemudahan usaha dan iklim yang kondusif sangat dibutuhkan para pengusaha terutama investor yang ingin menanamkan modalnya di Surabaya.

“Hipmi sangat menantikan iklim kemudahan usaha dan sinergi program pemerintah untuk pembangunan kota agar dunia usaha bakal lebih berkembang di masa pemulihan ekonomi seperti saat ini,” katanya kepada Bisnis, Rabu (9/12/2020).

Dia mengatakan dalam memajukan perekonomian Kota Surabaya, calon pemimpin baru Surabaya ini juga diharapkan melanjutkan program-program sebelumnya, seperti pemerataan pembangunan infrastruktur yang lebih modern, efektif dan efisien.

“Selain itu pemerintah juga harus membuka lapangan kerja hingga program sosial masyarakat yang kurang mampu,” katanya.

Luthfi menambahkan untuk melanjutkan program sebelumnya maupun program baru diperlukan inovasi dalam komunikasi dan koordinasi antar lembaga dan kepada masyarakat.

“Tentunya program-program atau janji pasangan calon wali kota ini diharapkan memenuhi keinginan para pengusaha,” imbuhnya.

Sebanyak 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur menggelar Pilkada 9 Desember. Daerah tersebut yakni: Sumenep, Trenggalek, Surabaya, Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situbondo, Gresik dan Kabupaten Kediri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Pilkada Serentak
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top