Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaung Adaptasi Kebiasaan Baru Selepas Subuh di Surabaya

Ingat jangan sampai baru sakit baru pakai masker.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 26 November 2020  |  13:30 WIB
Ilustrasi simulasi belajar di era adaptasi kebiasaan baru.
Ilustrasi simulasi belajar di era adaptasi kebiasaan baru.

Bisnis.com, SURABAYA - Seorang pedagang perempuan terlihat duduk di aspal. Dagangan aksesori seperti dompet, jepit rambut, terhampar di depannya. Seorang perempuan lain berjongkok, sedang memilih-milih barang yang hendak dibeli.

Suasana di sekitar pedagang aksesoris ini khas pasar pagi. Ada pedagang makanan dengan gerobak terletak di jok motor. Adapula pedagang sayur dengan dagangan ditaruh di kotak-kotak plastik yang juga ditaruh di aspal. Sepanjang ruas jalan aspal di pasar serupa etalase toko semua ada, beragam barang tersedia.

Saat bersamaan, ada petugas berbaju hijau dan biru sosialisasi kebiasaan baru. Corong toa putih mengeluarkan imbauan agar bapak/ibu di sana menggenakan masker. "Ingat jangan sampai baru sakit baru pakai masker," suara petugas perempuan berebut perhatian di Rabu (25/11/2020) pagi, sekitar pukul 05.00 WIB, di Pasar Tembok Dukuh, Surabaya.

Perempuan pedagang aksesori terlihat salah tingkah. Wajahnya yang terbuka hendak ditutupi dengan ujung jilbab yang dipakai. Bisa jadi merasa bersalah tidak memakai masker. Terlebih sosialisasi di pagi itu melibatkan petugas Puskesmas Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kelurahan Tembok Dukuh, Satpol PP, Babinsa juga Bhabinkamtibmas.

"Pakai masker untuk mencegah virus," kata petugas melalui pengeras suara.

Petugas yang lain segera menyodorkan masker ke seorang pedagang aksesoris tersebut. Sigap setelah diterima, masker putih segera dipasang. Sebanyak 400 masker dibagikan pagi itu.

Sang petugas pembawa toa masih menggemakan pesan lanjutan,"Masker scuba paling tidak harus double tidak boleh satu. Yang sudah pakai masker tolong dibetulkan, pakai masker yang benar, pakai maskernya sampai hidung dan menutupi mulut," tegasnya.

Kasus corona di Surabaya per 25 November bertambah 11 kasus baru, sehingga kumulatif 16.734 orang. Sembuh bertambah 34 orang sehingga kumulatif 15.465 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 1 orang sehingga kumulatif 1.203 orang.

Jajaran Pemkot Surabaya terus berusaha mengendalikan persebaran corona, selain sosialisasi pencegahan, petugas juga memperbanyak tes. Salah satunya, Pemkot melakukan swab/tes usap kepada pelajar kelas 3 SMP negeri maupun swasta se-Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, menjelaskan ada siswa dari 17 sekolah SMP di Surabaya yang dites, Rabu (25/1/2020). “Sebenarnya untuk jumlah pelajar kelas 1 – 3 SMP yakni 12 ribu. Tetapi kali ini swab khusus untuk kelas 3 dengan total 4.896 siswa hari ini [Rabu] dan besok [Kamis},” kata Febriadhitya Prajatara.

Dari angka tersebut, Febri memastikan, setelah dihitung jumlah pelajar yang mengikuti swab pada Rabu (25/11/2020) mencapai 2.647 pelajar. Kemudian sisanya akan berlangsung pada, Kamis (26/11/2020).

“Ada sekitar 2.249 siswa yang belum swab. Karena kadang ada orang tua yang terkendala tidak bisa mengantar anaknya,” tegas dia.

Surabaya merencanakan proses belajar mengajar kelas 3 SMP itu akan berlangsung pada awal Desember 2020 mendatang.

Kepala SMPN 1 Surabaya, Akhmad Suharto mengatakan, pelaksanaan swab bagi pelajar ini dapat dilihat berlangsung disiplin dan tertib dengan protokol kesehatan (prokes). Bahkan, dari 405 jumlah pelajar yang mengikuti swab itu, tampak datang tidak bersamaaan. Mereka datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.

“Sesuai anjuran jaraknya itu 1,5 meter. Kami sudah menyiapkan bagaimana prokes yang berada di SMPN 1 Surabaya sesuai SOP,” tegasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top