Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

23 Kota/Kabupaten di Jatim Zona Kuning Covid-19

Jatim konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru, dan kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun menjadi 7 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  15:50 WIB
Peta zona risiko Covid/19 Jawa Timur.
Peta zona risiko Covid/19 Jawa Timur.

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan untuk terus konsisten meningkatkan kapasitas kegiatan 3T (testing, tracing, treatment) dan mendisiplinkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) meski kondisi wilayah Jatim sebesar 60 persen sudah berstatus zona kuning.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam 2 bulan terakhir pandemi Covid-19 di Jatim terus melandai bahkan kini sudah tidak ada zona merah atau hanya tersisa zona kuning sebesar 60 persen (23 kota/kabupaten) dan zona orange 40 persen (15 kota/kabupaten).

“Jatim konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru, dan kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun menjadi 7 persen. Pencapaian ini harus kita pertahankan bersama dengan makin memperketat protokol kesehatan,” katanya, Rabu (28/10/2020).

Dia menjelaskan dalam upaya meningkatkan kedisiplinan 3M, pihaknya masih terus melakukan penegakkan operasi yustisi hingga melakukan kampanye memakai masker di setiap kegiatan Pemprov Jatim.

Tercatat, upaya penegakan protokol kesehatan di Jatim hingga kini telah menjangkau sekitar 3,5 juta warga melalui operasi yustisi. Hingga 26 Oktober, operasi yustisi sudah digelar di 251.653 titik.

Dari kegiatan itu, sebanyak 2.612 orang ditegur, sebanyak 403.692 orang dikenai sanksi kerja sosial, 60.190 orang kena denda administratif, 69.837 orang disita KTP, dan ada penutupan 71 tempat usaha serta 4 orang mendapatkan kurungan.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi kepada semua pihak dan masyarakat atas kedisiplinan menerapkan 3M. Ini bukti sinergis yang baik antara masyarakat bersama pemprov, pemkab/pemkot, Forkopimda, TNI-Polri, laboratorium, rumah sakit dan para tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sementara untuk upaya 3T, hingga 27 Oktober 2020, Jatim telah melakukan 1.033.319 rapid test, dan sebanyak 470.147 tes swab dan PCR test dengan menggunakan mesin tes sebanyak 76 PCR dan 28 TCM dengan kapasitas testing 4.000 – 6.000 per hari.

Berdasarkan pengolahan data dari Kemenkes per 26 Oktober 2020, Jatim menjadi provinsi dengan persentase terendah untuk kasus aktif positif Covid-19 yakni 4,55 persen, setelah Gorontalo 2,66 persen. Urutan ke-3 terendah yakni Kalimantan Selatan 5,97 persen dan disusul Bali 6,95 persen dan Maluku Utara 8,67 persen.

Hingga 27 Oktober total kumulatif kasus positif Covid-19 Jatim mencapai 51.506 kasus, sebanyak 45.450 orang (88,24 persen) telah sembuh, sebanyak 3.704 orang (7,19 persen) meninggal dunia, dan 2.352 orang (4,57 persen) masih dalam perawatan.

“Walaupun ini membaik, tapi masyarakat jangan lengah menerapkan 3M karena pandemi belum usai, kewaspadaan harus ditingkatkan. Saya optimistis bersama warga Jatim, kita semua bisa melewati pandemi dengan hasil terbaik,” imbuh Khofifah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top