Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peran Ibu Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Anak Perlu Dimaksimalkan

Ibu harus mendapatkan informasi yang kuat dalam penegakan protokol kesehatan. Ibu harus tahu bahwa seorang anak di bawah 18 tahun itu punya karakteristik meniru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  06:50 WIB
Loading the player ...
Perilaku di era adaptasi kebiasaan baru.

Bisnis.com, SURABAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur mendorong para ibu untuk memberikan contoh penerapan protokol kesehatan kepada anak karena dinilai lebih berperan dalam lingkungan keluarga.

Kepala DP3AK Jatim, Andriyanto mengatakan di masa pandemi dengan new normal ini, keluarga merupakan bagian terkecil tetapi memiliki peran yang besar dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama anak untuk menghindari penularan Covid-19.

“Untuk itu, ibu harus mendapatkan informasi yang kuat dalam penegakan protokol kesehatan. Ibu harus tahu bahwa seorang anak di bawah 18 tahun itu punya karakteristik meniru, jadi kalau ibunya keluar pakai masker, maka anak tidak usah disuruh akan pakai masker sendiri,” jelasnya dalam Live Youtube Peran Ibu Dalam Penegakkan Protokol Kesehatan, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, katanya, karakteristik pada anak yang kedua adalah memiliki rasa penasaran. Untuk itu, seorang ibu bisa melakukan komunikasi dengan anak dan memberikan rasa penasaran terhadap hal baru dengan harapan anak tersebut akan tergugah untuk ingin tau dan melakukannya.

“Sebagai contoh, ibu menunjukkan bahwa masker punya banyak bentuk ada yang 3 lapis, 2 lapis, masker medis, atau meminta anak untuk mengecek masker itu ada berapa lapis. Dengan kata lain memancing pertanyaan si anak agar penasaran, lalu kemudian ibu menjelaskan fungsinya,” jelasnya.

Andriyanto menambahkan tidak dipungkiri dalam berinteraksi antara ibu dan anak kerap terjadi kebosanan, apalagi selama pandemi anak masih harus belajar dari rumah sehingga seorang ibu dituntut untuk kreatif.

“Persoalan berinteraksi ini memang sering muncul kebosanan, tapi sebenarnya akan muncul ide/gagasan ketika sang ibu berusaha bertanya/meminta pendapat si anak dalam berbagai hal, misalnya minta pendapat enaknya mau masak apa? Kalau meja ini digeser ke sana, gimana ya nak? Jadi ada stimulus dalam interaksi, dan komunikasi akan terbangun,” jelasnya.

Praktisi Komunikasi IAIN Tulungagung, Elis Yusniyawati mengatakan pada pandemi ini memang tantangan ibu adalah kreatifitas untuk menciptakan dunia luar di dalam rumah. Bahkan, jika kehabisan ide, ibu berpotensi stres menghadapi pandemi yang mengharuskan ibu mendampingi anak selama belajar di rumah.

“Namun yang perlu ibu tahu, seharusnya pandemi seperti ini adalah momentum memperkuat interaksi/komunikasi antara anak dan orang tua,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top