Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Jasa Keuangan di Malang Raya, Begini Penjelasan OJK

Restrukturisasi dapat menekan tingkat NPL sehingga stabilitas sektor jasa keuangan dapat terjaga dengan baik. OJK akan melanjutkan relaksasi ini dengan sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  19:37 WIB
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. - Istimewa
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Sektor jasa keuangan di Malang Raya, Kota Malang, Kota Batu, dan Kab. Malang, tetap stabil di triwulan III/2020 dan diproyeksikan terus berlanjut di triwulan IV/2020 sehingga ada peluang lebar ekspansi pembiayaan maupun kredit.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan akumulasi realisasi restrukturisasi kredit/pembiayaan sampai Agustus 2020 pada bank umum menyasar 81.166 debitur dengan nilai Rp8,52 triliun, BPR/BPRS sebanyak 4.370 debitur dengan nilai Rp330,23 miliar.

“Perusahaan pembiayaan 88,117 debitur dengan nilai Rp2,72 triliun,” katanya di Malang, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya program restrukturisasi dapat menekan tingkat NPL sehingga stabilitas sektor jasa keuangan dapat terjaga dengan baik. OJK akan melanjutkan relaksasi ini dengan sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

Dari sisi kredit perbankan, kata dia, juga tetap tumbuh. Posisi kredit perbankan Agustus 2019 mencapai Rp37,28 triliun, sedangkan di Agustus 2020 mencapai Rp39,23 triliun atau tumbuh 5,23% secara year on year(yoy).

Perbankan syariah pada Agustus 2019 mencapai Rp2,16 triliun, sedangkan di Agustus tahun ini meningkat menjadi Rp2,46 triliun atau tumbuh 14,10 persen.

DPK di bank konvensional juga tumbuh secara yoy, dari Rp50,63 triliun menjadi Rp56,80 triliun atau tumbuh 12,19 persen. Begitu juga perbankan syariah, tumbuh dari Rp3,22 triliun menjadi menjadi Rp3,49 triliun atau tumbuh 8,65 persen.

Perbankan konvensional dan syariah di Malang Raya, kata dia, secara umum masih dapat melakukan penyaluran kredit secara baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota/Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Pertumbuhan kredit ini menunjukkan perbankan masih optimistis di tengah pandemi. Begitu juga dari sisi pendanaan, perbankan di Malang Raya masih mengalami peningkatan.

Apalagi rasio kredit bermasalah (NPL), juga masih terjaga. NPL di bank konvensional mencapai 2,68 persen dan perbankan syariah lebih rendah, 1,58 persen, masih di bawah batas toleransi yang ditetapkan OJK sebesar 5 persen.

Di industri keuangan non-bank (IKNB), klaim asuransi pada Juni 2019 mencapai 575.210 dan premi 993.814, sedangkan pada Juni 2020 klaim sebanyak 727.882 dan premi 759.574.

Perusahan pembiayaan, total piutang pada Desember 2019 mencapai Rp4,411 triliun, sedangkan Juni 2020 mencapai Rp4,109 triliun. Lembaga keuangan mikro (LKM) pada Desember 2019 beraset Rp7,299 miliar dengan pembiayaan sebesar Rp1,420 miliar, sedangkan pada Agustus 2020 beraset Rp7,255 miliar dengan nilai pembiayaan Rp1,358 miliar.

Dari angka itu, kata Sugiarto, IKNB di Malang Raya masih menunjukkan kinerja yang baik di tengah pandemi, meskipun sedikit mengalami penurunan dari sisi permintaan terhadap layanan asuransi, pembiayaan, maupun produk dari LKM.

Sektor pasar modal juga mengalami peningkatkan. Pada Desember 2019 investor saham sebanyak 38.816, sedangkan Juli 2020 meningkat menjadi 47.620, investor reksadana juga meningkat dari 28.789 pada Desember 2019 menjadi 37.623 pada Juli 2020.

“Pengaduan konsumen pada periode Januari-Agustus 2020, yakni perbankan sebanyak 357, pembiayaan 203, fintech 51, asuransi 48, dan LJK lainnya 20,” ujarnya.

Dari angka-angka itu, Sugiarto meyakinkan, secara umum sektor keuangan masih kondusif di tengah pandemi. Artinya terdapat ruang yang longgar bagi lembaga jasa keuangan untuk melakukan dalam bentuk penyaluran kredit maupun pembiayaan.

Sektor-sektor yang potensial dibiayai, untuk di Kota Malang perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan. Di Kabupaten Malang dan Kota Batu ditambah dengan sektor pertanian selain tiga sektor tersebut.

Menurut dia, bangkitnya sektor pariwisata di Kota Batu diharapkan dapat mempengaruhi sektor lain seperti perdagangan, pertanian, pengolahan sehingga ikut bertumbuh di triwulan IV/2020.

“Di triwulan III kinerja sektor jasa keuangan di Malang kondusif, bertumbuh dan tren itu akan berlanjut pada triwulan IV/2020. Indikasi dalam dilihat indeks manufacturing, indeks penjualan ritel, indeks penjualan kendaraan, indeks kepercayaan konsumen, yang terus membaik,” katanya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang otoritas jasa keuangan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top