Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSBB di Jakarta Tekan Permintaan Moda Transportasi Udara di Malang

Sejak minggu keempat September hanya tersisa satu maskapai yang masih beroperasi untuk tujuan Jakarta.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  20:24 WIB
Bandara Abdul Rahman Saleh, - busbandara.com
Bandara Abdul Rahman Saleh, - busbandara.com

Bisnis.com, MALANG — Pelaksanaan PSBB di Jakarta menekan permintaan moda transportasi udara di Malang sehingga terjadi penurunan tarif dan menyumbang deflasi pada September 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Azka Subhan Aminurridho mengatakan PSBB yang kembali dilakukan membuat permintaan moda transportasi kembali tertekan.

“Berdasarkan data dari pengelola Bandara Abd Saleh, sejak minggu keempat September hanya tersisa satu maskapai yang masih beroperasi untuk tujuan Jakarta,” katanya di Malang, Jumat (2/10/2020).

Dalam kondisi ekonomi seperti ini, kata dia, perusahaan pun menekan produksi untuk menjaga stok barang agar tidak terjadi kelebihan persediaan barang. Selain itu, penurunan harga komoditas pangan pada September juga didukung dengan dimulainya masa panen raya untuk beberapa komoditas pertanian hortikultura.

Ke depan, Bank Indonesia Malang akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 di wilayah kerja Bank Indonesia Malang serta bagaimana dampaknya terhadap perekonomian dari waktu ke waktu.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan memperkuat koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Mencermati perkembangan inflasi September, Bank Indonesia optimis capaian inflasi tahun 2020 masih sejalan dengan sasaran inflasi yakni di rentang 3.0 ± 1 persen.

Berdasarkan rilis inflasi BPS, Kota Malang pada September 2020 kembali mencatatkan deflasi sebesar -0,05 persen (mtm) setelah bulan lalu mencatatkan deflasi -0,06 persen (mtm).

Komoditas penyumbang utama deflasi pada bulan ini berasal dari penurunan tarif angkutan udara yang mengalami penurunan harga sebanyak 3,71 persen. Selain itu beberapa komoditas pangan juga mengalami penurunan harga seperti daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit dan semangka.

Inflasi sisi permintaan juga masih lemah sehingga mendorong inflasi inti cenderung melambat ke tingkat 2,01 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 2,05 persen (yoy).(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top