Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Smart Kampung, Banyuwangi Tangani Virus Corona

Sejak awal pandemi virus corona (Covid-19), Banyuwangi kian gesit untuk memeriksa setiap pintu masuk.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 September 2020  |  14:48 WIB
Pantai Pasir Putih di Kab. Situbondo, Jawa Timur bisa menjadi pilihan untuk berwisata maupun sekadar melepas lelah sejenak bagi para pemudik yang melewati jalur Probolinggo-Banyuwangi, Selasa (12/6). - Bisnis/Haffiyan
Pantai Pasir Putih di Kab. Situbondo, Jawa Timur bisa menjadi pilihan untuk berwisata maupun sekadar melepas lelah sejenak bagi para pemudik yang melewati jalur Probolinggo-Banyuwangi, Selasa (12/6). - Bisnis/Haffiyan

Bisnis.com, JAKARTA - Kabupaten Banyuwangi memiliki label sebaga smart kampung yang menangani penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Wiji Lestariono mengatakan smart kampung mempermudah manajamen risiko penyebaran Covid-19 dan cara penanggulangannya.

Pria yang akrab disapa Rio ini mengungkapkan bahwa di dalam aplikasi smart kampung terdapat pelaporan harian dari puskesmas Kabupaten Banyuwangi yang langsung terhubung dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Awal pandemi, semua orang yang datang atau keluar dari Kabupaten Banyuwangi terdata secara detail, termasuk status kesehatannya. Kala itu, pemkab langsung membangun 4 check point di pintu masuk kabupaten.

Scan data yang ada di check point tersebut terhubung dengan aplikasi smart kampung yang langsung terintegrasi ke seluruh desa. Sebelum orang dari luar Banyuwangi datang, pemkab menyediakan tempat karantina apabila rumah yang akan ditinggali nanti tidak mumpuni.

"Kita sudah tau nama dan data lengkap dari scan KTP, meskipun orangnya belum sampai," sebutnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Sampai pertengahan Agustus 2020, Rio menerangkan Banyuwangi menjadi daerah yang paling baik mengendalikan Covid-19 diantara daerah lain di wilayah Jawa Timur. Padahal akses masuk di Banyuwangi cukup banyak dan menjadi tempat transit ke daerah lain seperti Bali.

Penduduknya pun terbilang banyak. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, tercatat penduduk Banyuwangi mencapai 1,74 jiwa.

"Penduduk terbanyak di Jatim, pintu masuk paling banyak tapi dalam kasus positif, paling terkendali. Namun tidak relevan untuk dibandingkan saat ini karena ada klaster pondok pesantren," imbuhnya.

Selain itu, melalui aplikasi smart kampung, Pemkab Banyuwangi bisa mengatur penyaluran bantuan sosial agar tidak tumpang tindih. "Nanti ada alarm di dashboard masing-masing desa, kalau double akan bunyi. Jadi di Banyuwangi tidak ada yang double," tegas Rio.

Saat ini program lain smart kampung katanya tetap berjalan. Misalnya dalam pengurusan surat-surat. Warga cukup datang ke kantor desa untuk mengurus surat penting seperti surat keterangan miskin (SKM) untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

"Dashboard ada di kantor desa. Orangnya nggak perlu berkeliling, berkas yang berkeliling, tanda-tangan semua pejabat sudah elektronik dan legal. Dalam satu jam bisa selesai," pungkas Rio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banyuwangi Virus Corona pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top