Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tinggi, Ini Upaya Mengatasi

Untuk menekan angka kematian maka penanganan harus bagus, maka fasilitas layanan harus diperkuat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 September 2020  |  16:00 WIB
Petugas keamanan berjaga di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020). - Antara/Moch Asim
Petugas keamanan berjaga di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim telah berupaya maksimal dalam menyediakan beragam fasilitas layanan kesehatan guna menekan angka kematian akibat Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr. Herlin Ferliana mengatakan sejauh ini Jatim telah memperkuat fasilitas layanan kesehatan di RS rujukan baik fasilitas di ruan ICU, ruang isolasi termasuk tenaga medis dan pendukungnya.

“Untuk menekan angka kematian maka penanganan harus bagus, maka fasilitas layanan harus diperkuat. Kedua tentu tenaga medis dan pendukung dikuatkan, tapi yang paling penting kuncinya adalah upaya preventif dengan 3M yakni masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, rumah sakit tidak bisa dijadikan ujung tombak dalam penanganan Covid-19 karena keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan lebih berperan, apalagi Covid-19 sangat berbahaya bagi orang dengan komorbid atau penyakit bawaan.

“Kalau tidak punya komorbid mungkin tidak apa-apa, tapi kalau punya akan lebih sulit penanganannya. Jadi upaya preventif harus dilakukan agar kasus positif tidak makin banyak,” imbuhnya.

Adapun data per 12 September 2020, Jatim menunjukan angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 30.540 orang atau mencapai 79,08 persen dari total kasus positif 37.839 orang. Sedangkan jumlah kematian mencapai 2.717 orang atau sebesar 7,26 persen, dan jumlah yang dirawat mencapai 5.169 orang atau 13,66 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan meski angka kesembuhan cukup tinggi di Jatim, dia meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Wabah ini tidak bisa diprediksi, bahkan WHO pun tidak bisa memastikan kapan wabah berakhir, jadi jangan sampai kendor, jangan anggap enteng dan jangan ada yang menyepeleh kan,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim covid-19
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top