Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertumbuhan Trias Sentosa (TRST) Andalkan Tiga Perusahaan

Pabrik TTA dan TTE saat ini sudah dalam tahap uji coba, sedangkan TSI sedang dalam tahap pemasangan mesin.
Direktur Utama Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan (kanan) saat memamerkan sejumlah produk kemasan dalam paparan publik di Surabaya, Selasa (25/8/2020)./Bisnis-Peni Widarti
Direktur Utama Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan (kanan) saat memamerkan sejumlah produk kemasan dalam paparan publik di Surabaya, Selasa (25/8/2020)./Bisnis-Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - PT Trias Sentosa Tbk. memproyeksikan sampai akhir tahun ini kinerjanya masih akan mampu tumbuh setidaknya di atas 10 persen lantaran memiliki tiga perusahaan joint venture yang segera beroperasi.

Adapun tiga perusahaan joint venture yang akan mulai beroperasi tahun ini juga di antaranya adalah PT Trias Toyobo Astria (TTA) dengan nilai investasi Rp665 miliar yang memproduksi PET Film sebesar 22.000 MT/tahun, PT Toyobo Trias Ecosyar (TTE) memproduksi transparent barrier PET film dengan investasi Rp560 miliar, serta PT Trias Spunindo Industri (TSI) dengan produk geotextile 5.500 MT/tahun untuk pasar domestik.

Direktur Utama Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan menjelaskan pabrik TTA dan TTE saat ini sudah dalam tahap uji coba, sedangkan TSI sedang dalam tahap pemasangan mesin.

"Produksi TTE nantinya khusus ditujukan untuk pasar ekspor, TSI untuk pasar domestik. Kami perkirakan khusus TTA saja nanti bisa menyumbang 15 persen terhadap penjualan Trias Sentosa,” jelasnya saat paparan publik, Selasa (25/8/2020).

Sugeng mengatakan pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat bagi industri, tetapi pada semester I/2020 perseroan mampu mencatatkan kinerja penjualan double digit.

"Baik di pasar ekspor maupun domestik, penjualan kita ternyata masih bisa tumbuh, terutama kemasan untuk produk makanan minuman juga rokok," katanya.

Dia mengatakan meski pasar luar negeri terganggu akibat pembatasan sosial atau penutupan akses pengiriman barang akibat Covid-19, tetapi perseroan terus mencari pasar ekspor ke negara lain yang tidak memiliki kasus Covid-19 yang parah.

"Jadi kami harus pandai-pandai mencari pasar yang kasus coronanya tidak serius sekali agar penjualan kita tetap jalan. Selama ini memang pasar ekspor kita banyak ke Jepang, Korea Selatan, China, Asia Tenggara dan AS," jelasnya.

Sugeng mengakui sektor industri flexible packaging sampai saat ini semakin kompetitif. Sepanjang 2019 saja, konsumsi kemasan flexible di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan.

"Penyebabnya ada perang dagang dan kelebihan pasok dunia sehingga harga jual film BOPP dan BOPET mengalami tekanan, ditambah ada perlambatan ekonomi," ujarnya.

Kinerja penjualan Trias Sentosa pada 2019 yakni tercatat mencapai Rp 2,566 triliun atau turun 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya sehinggaaba kotor perseroan juga turun 5,7 persen dibanding 2018.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper