Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ganjar Izinkan Tirakatan 17 Agustus, Larang Lomba-lomba

Jangan banyak-banyak orangnya dan harus mematuhi protokol kesehatan.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  21:42 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Antara/Reno Esnir
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengizinkan masyarakat menggelar doa bersama atau tirakaan pada malam peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2020. Namun, Ganjar mengingatkan agar malam tirakatan digelar dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Ganjar, malam tirakatan merupakan tradisi yang telah dilakukan bangsa ini sejak lama dan harus dilestarikan.

"Meski pandemi, tapi tidak apa-apa kalau masyarakat mau menggelar malam tirakatan. Yang penting jangan banyak-banyak orangnya dan harus mematuhi protokol kesehatan," kata Ganjar, Jumat (14/8/2020).

Dia juga meminta agar masyarakat tidak menggelar acara ramai-ramai pada saat malam tirakatan jelang peringatan hari kemerdekaan itu. Masyarakat diminta tidak berkeliling dan membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

"Silahkan tirakat di rumah masing-masing, atau di tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid, langgar, gereja, pura dan lainnya. Silahkan, tidak apa-apa," terangnya.

Ganjar juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah berdoa bersama saat pelaksanaan malam tirakatan tersebut agar pandemi covid-19 segera selesai. Doa itu penting untuk mendukung ikhtiar lahir yang selama ini gencar dilakukan.

"Yuk kita doa bersama, mendoakan bangsa ini agar ikhtiar lahir yang kita kerjakan itu mendapat energi dari ikhtiar bathin atau spiritual. Mudah-mudahan pandemi ini lekas berlalu," tuturnya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggelar lomba-lomba. Apabila hendak mengadakan lomba, Ganjar mengusulkan agar lomba memeriahkan hari kemerdekaan dilakukan secara virtual.

"Lomba-lomba nggak usahlah. Kalau mau lomba, yang virtual saja, agar tidak ada kerumunan dan tidak terlalu banyak bersentuhan. Kalau lomba seperti biasanya, itu resikonya tinggi. Daripada menyesal kemudian, lebih baik jangan," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top