Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

100 Hari Meninggal, Sobat Ambyar dari Berbagai Kota Penuhi Makam Didi Kempot di Ngawi

Mereka datang ke makam untuk mendoakan, dan mengenang 100 hari kepergian sang maestro campursari itu.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  10:57 WIB
atusan Sobat Ambyar dari berbagai daerah silih berganti berziarah ke makam Didi Kempot di TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2020). - Madiunpos.com
atusan Sobat Ambyar dari berbagai daerah silih berganti berziarah ke makam Didi Kempot di TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2020). - Madiunpos.com

Bisnis.com, NGAWI - Ratusan Sobat Ambyar dari berbagai daerah silih berganti berziarah ke makam Didi Kempot di TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2020).

Mereka datang ke makam untuk mendoakan, dan mengenang 100 hari kepergian sang maestro campursari itu.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi makam, Rabu pagi, sejumlah peziarah datang silih berganti di makam Didi Kempot.

Ada yang datang mengendarai sepeda motor, tetapi ada juga yang berombongan dengan mengendarai mobil. Setelah mendoakan sang idola, sebagian besar peziarah kemudian berfoto mengabadikan momen saat berada di makam.

Salah satu peziarah, Purwantini, 68, mengatakan sengaja datang ke Ngawi untuk berziarah ke makam Didi Kempot. Perempuan asal Jakarta ini menyempatkan diri saat pulang kampung untuk mendoakan sang idola langsung di pusaranya.

Purwantini yang mengaku sebagai Sobat Ambyar ini sebenarnya sudah lama menunggu momen berziarah ke makam Didi Kempot. Pasalnya, saat meninggal, peringatan tujuh hari, hingga peringatan 40 hari meninggalnya Didi Kempot tidak bisa pulang karena ada pandemi Covid-19.

“Saya asli dari Magetan. Kebetulan ini lagi pulang kampung. Jadi sekalian berziarah ke sini. Saya sudah lama ingin berziarah ke makam Didi Kempot,” ujar dia.

Penggemar Didi Kempot lainnya, Heri Sutanto, datang dari Blitar untuk berziarah ke makam sang idola. Ia mengajak anak dan istrinya datang ke Ngawi untuk mendoakan sang maestro langsung ke tempat peristirahatan terakhirnya.

 “Kami bawa mobil, tadi berangkat dari Blitar habis Subuh. Kami sudah tiga kali ini berziarah ke sini. Saya ke sini memang khusus untuk berziarah sekaligus memperingati 100 hari kepergian Didi Kempot,” kata dia.

 Peziarah Luar Daerah

Ketua Pengurus Makam Desa Majasem, Suroto, menyampaikan menjelang peringatan 100 hari meninggalnya Didi Kempot, makam di Desa Majasem memang semakin ramai dikunjungi peziarah.

Peziarah tidak hanya datang dari wilayah Ngawi, tetapi banyak juga dari luar daerah seperti Solo, Sragen, Surabaya, Blitar, dan daerah lainnya.

“Iya menjelang 100 hari ini, yang ziarah semakin banyak. Bahkan sehari bisa ratusan orang,” kata dia.

Untuk peringatan 100 hari meninggalnya Didi Kempot, lanjut dia, pihak keluarga Saputri (istri pertama Didi Kempot) telah menyelenggarakan kegiatan doa bersama pada Selasa (11/8/2020). Sedangkan di makam tidak ada kegiatan khusus untuk peringatan 100 hari.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ngawi didi kempot

Sumber : JIBI

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top