Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satpol PP : 95 Persen Warga Surabaya Patuh Memakai Masker

Operasi patuh protokol kesehatan digelar tiga hari yakni 23-25 Juli 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  19:35 WIB
Warga beraktivitas di dekat akses masuk Jembatan Suroboyo yang ditutup di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2020). Penutupan Jembatan Suroboyo itu guna mengantisipasi berkerumunnya warga di atas jembatan tersebut seiring masih mewabahnya pandemi Covid-19. - Antara/Didik Suhartono
Warga beraktivitas di dekat akses masuk Jembatan Suroboyo yang ditutup di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2020). Penutupan Jembatan Suroboyo itu guna mengantisipasi berkerumunnya warga di atas jembatan tersebut seiring masih mewabahnya pandemi Covid-19. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Sebanyak 95 persen warga di Kota Surabaya, Jawa Timur taat memakai masker berdasarkan hasil razia serentak yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya bersama pihak kepolisian dan TNI di 31 kecamatan selama tiga hari yakni 23-25 Juli 2020.

"Itu yang terus kita masifkan, walaupun tiga hari sudah selesai, tapi tetap kita lakukan pantauan terus," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto, di Surabaya, Minggu (26/7/2020).

Menurut dia, selain penertiban masker, razia ini juga menyasar ke warung-warung kopi dan rumah makan, terutama aktivitas usaha di luar Pasal 20 Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Normal Baru yang masih buka di atas pukul 22.00 WIB.

Eddy mengatakan berdasarkan hasil razia tersebut, 95 persen masyarakat patuh memakai masker, sedangkan sisanya, masker masih ditaruh di dagu, saku, hingga tas. Artinya, masyarakat itu sudah tahu kalau ke luar rumah harus pakai masker.

"Kalau kita tanya, pakai masker, mau kita tilang ternyata dia bawa masker. Maskernya diambil dari tas, kita minta untuk dipakai, rata-rata itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Kasatpol PP Surabaya ini menegaskan, ke depan penertiban jam malam ini bakal terus digelar meski tidak berlangsung secara serentak sebagai komitmen pemkot dalam menegakkan Perwali No 33 Tahun 2020 untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Meskipun tidak serentak, setiap hari kita tetap melakukan itu, karena memang amanat Perwali 33/2020," katanya pula.

Selain menggelar razia serentak di 31 kecamatan, kata dia, pada waktu yang sama jajaran Satpol PP Kota Surabaya bersama polisi dan garnisun juga melakukan operasi jam malam di jalan protokol Kota Pahlawan. Sasarannya adalah aktivitas usaha di luar Pasal 20 Perwali 33/2020, seperti rumah karaoke, bar, hingga diskotik.

"Kemarin teman-teman setiap hari hampir menyasar sekitar 20-25 RHU (rumah hiburan umum) itu sudah banyak yang tutup. Tapi juga masih ada yang buka. Jadi yang buka terpaksa kita minta tutup," katanya.

Eddy menambahkan bahwa pihaknya bersama jajaran kepolisian dan TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan pengawasan dari masyarakat. Untuk itu, kata dia, masyarakat diharapkan aktif ikut mengawasi dengan melaporkan.

"Dengan jumlah RHU yang banyak, kita kan tidak bisa luas, sehingga informasi dari masyarakat yang hari itu kita terima baik dari 112 dan sebagainya, langsung kita tindak lanjuti," katanya lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top