Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Aprisindo Jatim Minta Dukungan Kebijakan Wajib Pakai Sepatu Lokal

Dengan adanya kebijakan yang mewajibkan ASN, murid sekolah hingga atlet untuk menggunakan produk alas kaki buatan lokal dapat menggenjot pertumbuhan industri alas kaki.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  17:26 WIB
Aprisindo Jatim Minta Dukungan Kebijakan Wajib Pakai Sepatu Lokal
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. - Ilustrasi/Bisnis.com/WD

Bisnis.com, SURABAYA – Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur meminta dukungan stimulus dari pemerintah berupa regulasi kewajiban ASN menggunakan produk dalam negeri termasuk kegiatan kampanye produk lokal.

Ketua Aprisindo Jatim, Winyoto Gunawan mengatakan kedua permintaan tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian agar mendukung penuh industri dalam negeri yang saat ini sedang anjlok.

Menurutnya dengan adanya kebijakan yang mewajibkan ASN, murid sekolah hingga atlet untuk menggunakan produk alas kaki buatan lokal dapat menggenjot pertumbuhan industri alas kaki yang omzetnya saat ini terkikis 90 persen alias tersisa 10 persen.

“Dengan harapan, kinerja industri sepatu ini bisa bergairah lagi. Bahkan setidaknya sampai akhir tahun bisa tumbuh seperti tahun lalu yakni 10 persen,” ujarnya, Selasa (13/7/2020).

Dia mengatakan sejak pandemi Covid-19 terjadi, omset penjualan sepatu dan alas kaki di Jatim turun drastis mengingat semua pusat perbelanjaan ada pembatasan sosial dan semua orang menahan diri untuk tidak berbelanja di mal maupun pasar tradisional.

“Seharusnya di semester I/2020, industri alas kaki punya kesempatan mengejar kinerja pada saat momen Lebaran yang biasanya orang belanja sepatu, tapi ternyata momen itu tidak juga bisa mengangkat kinerja penjualan, termasuk sektor pendidikan yang seharusnya ada kegiatan sekolah ajaran baru,” jelasnya.

Padahal, lanjutnya, industri sepatu pada awal tahun sudah meningkatkan produksi sepatu/alas kaki untuk memenuhi kebutuhan pada dua momen penting tersebut. Hanya saja, pandemi Covid-19 telah menghentikan rencana pasokan produk baru.

Winyoto berharap pada semester II atau dimulainya kegiatan ekonomi secara bertahap ini bisa meningkatkan penjualan. Kondisi saat ini, mal dan pasar tradisional di Surabaya juga sudah buka tetapi dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Bahkan sudah ada tren peningkatan masyarakat yang membeli sepatu.

“Juni kemarin sudah mulai ada pergerakan ekonomi, walaupun bertahap tapi kondisi itu menjadi gairah baru buat industri alas kaki,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim alas kaki
Editor : Miftahul Ulum

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top