Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pupuk Kaltim Panen Demplot Kemitraan Pertanian dengan KTNA Banyuwangi

Program ini adalah bentuk dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  21:26 WIB
Forum pimpinan daerah Banyuwangi panen padi bersama pada acara pamen Demplot Pupuk Kaltim di Desa Bubuk Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2020). Pupuk Kaltim telah mengembangkan konsep kemitraan pertanian berkelanjutan, guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian padi. - JIBI/Istimewa
Forum pimpinan daerah Banyuwangi panen padi bersama pada acara pamen Demplot Pupuk Kaltim di Desa Bubuk Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2020). Pupuk Kaltim telah mengembangkan konsep kemitraan pertanian berkelanjutan, guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian padi. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, BANYUWANGI—Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi menggelar panen perdana demonstration plot (Demplot) Kemitraan Pertanian. Program ini adalah bentuk dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi. 

Kegiatan yang dilaksanakan di lahan pertanian milik Ketua KTNA Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi tersebut dihadiri General Manager (GM) Pemasaran PSO Pupuk Kaltim M. Yusri dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam sambutannya, Yusri menyampaikan bahwa program Kemitraan Pertanian Berkelanjutan adalah program pro-kesejahteraan kaum petani hasil kerja sama Pupuk Kaltim bersama Ketua KTNA Banyuwangi, yang juga Wakil Ketua DPRD setempat dengan melibatkan pemerintah daerah melalaui Dinas Pertanian, pihak swasta sebagai offtaker. “Harga hasil panen petani sudah ditentukan di awal melalui pihak swasta, dengan harga yang lebih menguntungkan para petani,” katanya, pada Sabtu (11/7).

Karena itu, Yusri mengimbau petani untuk mengubah pola pikir dengan tak lagi menganggap pertanian hanyalah aktivitas bercocok tanam, namun lebih mengedepankan sisi bisnis yang menguntungkan. “Petani akan diberi bimbingan dan pendampingan tentang pola pengelolaan serta pemupukan. Sat petani mengalami kendala modal, kita menggandeng perbankan untuk bisa memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat),” cetus Yusri.

Ketua KTNA Banyuwangi Michael Edy Hariyanto menuturkan bahwa ada peningkatan produktivitas panen dari sebelumnya 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare. Penggunaan pupuk berimbang menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil panen. Michael mengatakan Pupuk Kaltim telah menyarankan distributor dan kios pupuk di Banyuwangi untuk menyediakan pupuk organik selain pupuk kimia.

Program Pertanian Terpadu tahap awal ini dilakukan pada lahan seluas 4 hektare. Pada tahap pemupukan dasar, lahan demplot diberi produk Ecofert yang merupakan produk hayati dari Pupuk Kaltim. Adapun tahap pemupukan lanjutan, tanaman di dalam demplot diberi pupuk Urea dan NPK Pelangi 16-16-16. Hasilnya, peningkatan produksi yang cukup signifikan karena naik dari 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare. "Rencananya, program lanjutan akan diteruskan pada sawah yang ada di sekeliling demplot. Tujuannya agar petani dapat menikmati hasil panen yang lebih menguntungkan," terang Yusri.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan sambutan saat panen demplot kemitraan pertanian antara Pupuk Kaltim dan KTNA Banyuwangi./JIBI-Istimewa

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi program Kemitraan Pertanian Berkelanjutan kerja sama Pupuk Kaltim bersama KTNA serta kemitraan dengan perbankan dalam permodalan petani. “Kami minta Kepala Dinas Pertanian untuk ikut mendorong suksesnya program ini, termasuk dengan melibatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk turut menjadi peserta program,” terangnya.

Pemerintah kabupaten berharap program ini dapat terus diperluas, sehingga mendukung program ketahanan pangan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kaltim
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top