Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Jatim Khofifah Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperpanjang masa kegiatan belajar mengajar para siswa secara daring atau online di tengah pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  18:46 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Antara
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Antara

Bisnis.com, MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperpanjang masa kegiatan belajar mengajar para siswa secara daring atau online di tengah pandemi Covid-19.

Pembelajaran secara daring di Jawa Timur telah dilakukan sejak Maret 2020. Gubernur Khofifah, telah memperpanjang status belajar mengajar di rumah tersebut sebanyak tiga kali, karena belum berakhirnya pandemi Covid-19.

Khofifah menjelaskan proses belajar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jawa Timur, akan dimulai pada 2 Juni 2020, dengan menggunakan metode daring hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

"SMA dan SMK, itu masuk pada 2 Juni 2020, itu pembelajaran di rumah. Mereka belajar di rumah, sampai ada penjelasan berikutnya," kata Khofifah, Minggu (31/5/2020).

Khofifah menambahkan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring tersebut, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, yang dikeluarkan pada 19 April 2020. Para guru, diharapkan bisa melanjutkan kurikulum siswa menggunakan metode pembelajaran daring itu.

Menurut Khofifah, kegiatan belajar mengajar secara daring tersebut, masih perlu dilakukan karena pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir. Sebagai catatan, hingga saat ini di Provinsi Jawa Timur, terdapat 4.600 orang yang positif terpapar Covid-19.

"Siswa belajar di rumah, sampai ada penjelasan berikutnya. Para guru juga tetap akan melanjutkan kurikulum, sesuai dengan proses belajar mengajar di rumah," kata Khofifah.

Kemudian, lanjut Khofifah, terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), akan dimulai pada 8 Juni 2020, juga dengan menggunakan metode daring.

Sementara itu, sebagai bentuk penghargaan terhadap para tenaga medis hingga relawan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan kuota sebesar satu persen dari total PPDB. Kuota tersebut diperuntukkan bagi anggota keluarga tenaga medis hingga relawan yang menangani Covid-19.

"Pada 8 Juni 2020, akan dimulai PPDB secara online, untuk SMA/SMK yang dalam koordinasi Pemprov. Kami, menyiapkan satu persen untuk keluarga tenaga kesehatan, apakah putra-putri dokter, perawat, hingga pengemudi kendaraan ambulans yang merawat pasien Covid-19," kata Khofifah.

Di Jawa Timur, terdapat 4.600 orang yang positif terpapar Covid-19. Dari total pasien positif itu, 609 orang telah sembuh, sementara 396 orang meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan. Kasus terbanyak terjadi di Surabaya Raya, mencapai 3.290 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 jawa timur

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top