Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surabaya Tak Etis Bila Tolak Pasien Luar Daerah

Dalam etika dokteran tidak boleh membeda-bedakan dalam penanganan pasien.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  05:34 WIB
Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid/19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi.
Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid/19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi.

Bisnis.com, SURABAYA - Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi menyebut bahwa dalam etika dokteran tidak boleh membeda-bedakan dalam penanganan pasien.

"Dalam etika kedokteran, merawat pasien itu tidak boleh membedakan ras, suku agama, politik, asal daerah dan lainnya. Kalau misalya Surabaya tidak memperbolehkan pasien luar daerah masuk ke rumah sakit di Surabaya, itu enggak etis. Itu enggak diperkenankan di dunia kedokteran," jelasnya saat konferensi pers, Senin (11/5/2020).

Dirut RSUD Dr. Soetomo itu menanggapi pernyataan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menyebut bahwa 50 persen pasien Covid-19 di Surabaya banyak dari luar Surabaya sehingga membuat warga Surabaya sendiri tidak bisa tertampung alias hanya bisa melakukan karantina mandiri.

Menurut pengalaman, kata dr. Joni, di RSUD Dr. Soetomo sendiri sebanyak 92 persen yang dirawat merupakan warga Surabaya. Namun, dirinya belum tahu pasti apakah memang banyak rumah sakit di Surabaya yang jadi rujukan dari luar daerah.

Namun begitu, Joni memastikan bahwa rumah sakit rujukan di daerah-daerah juga telah sangat siap termasuk mampu menyediakan ruang isolasi sehingga tidak perlu merujuk pasiennya ke Surabaya.

"Kawan-kawan daerah kesiapannya lumayan, tidak pernah mereka merujuk karena sudah ada dokter spesialis paru, dokter spesialis anastesi. Bahkan dokter umum sudah bisa menangani yang gejala ringan dan sedang," katanya.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menambahkan bahwa rumah sakit rujukan di Jatim telah siap siaga bahkan yang sebelumnya hanya 44 rumah sakit rujukan kini sudah ada 99 rumah sakit rujukan yang tersebar di berbagai daerah.

"Begitu juga distribusi APD ke rumah sakit rujukan, lalu fasilitas rumah sakitnya juga diperkuat dengan penambahan-penambahan ventilator. Artinya ada upaya untuk melakukan peningkatan kapasitas di berbagai daerah agar bisa melayani pasien di wilayah tersebut," ujarnya.

Emil pun menegaskan bahwa catatan kasus positif Covid-19 yang terjadi selama ini adalah berdasarkan domisili pasien dan bukan berdasarkan di mana pasien tersebut dirawat.

Adapun hingga kini Jatim mencatatkan kasus positif Covid-19 mencapai 1.534 orang, yang 257 orang diantaranya telah sembuh, 1.122 orang masih dirawat dan 155 orang meninggal dunia.

Dari jumlah positif Covid-19 hingga 11 Mei 2020 itu, sebanyak 741 orang merupakan tercatat di Surabaya, 188 orang dari Sidoarjo, dan 37 orang di Gresik. Khusus per 11 Mei 2020, tercatat ada penambahan pasien positif di Jatim sebanyak 43 orang, yang sebanyak 33 orang dari Surabaya, 2 orang Sidoarjo, Jombang 2 orang, serta Kabupaten Malang, Bangkalan dan Kota Malang dan Nganjuk masing-masing 1 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top