Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Membaca Ulang Corona dari Perspektif Haedar Nashir, Ketum Muhammadiyah

Ada beberapa esensi keimanan bagi seorang muslim dalam menghadapi musibah, di antaranya, orang beriman semakin yakin terhadap kekuasaan Allah.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 29 April 2020  |  08:30 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir. - Istimewa
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, memberikan pandangan soal Covid-19 dan bagaimana orang yang beriman menghadapinya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, menegaskan hal itu dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2020). Pernyataan itu disampaikan dalam Syiar Ramadhan in Campus 1441 Hijriyah yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang(UMM) via daring, Selasa (28/4/2020).

“Sebagai agama wahyu, Islam memberikan jawaban atas segala persoalan yang datang,” katanya.

Ramadan, kata dia, merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan nilai keimanan. Ada beberapa esensi keimanan bagi seorang muslim dalam menghadapi musibah, di antaranya, orang beriman semakin yakin terhadap kekuasaan Allah. Segala sesuatu tidak pernah lepas dari sunatullah.

Rektor UMM Fauzan mengajak kepada umat Islam untuk memaknai puasa Ramadan secara substantif. Ramadan yang datang setahun sekali tidak boleh hanya lewat begitu saja dan hanya dirasakan secara seremonial, melainkan bulan suci ramadan harus dijadikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan ketaqwaan.

“Derajat ketaqwaan juga seharusnya mampu diimplementasikan dalam kehidupan,” tutur Fauzan.

Dia berpesan civitas akademika UMM yang mengemban amanah dakwah sudah seyogyanya bukan hanya mengurusi pendidikan semata, melainkan keberadaannya juga sebagai role model pendidikan atau uswah khasanah.

Ditekankan kepada civitas akademik, bahwa dalam setiap mengerjakan sesuatu tidak boleh lepas dari kontrol keimanan. “Jangan sampai kita ini berpuasa tapi sama sekali tidak mengubah esensi kehidupan kita,” tambahnya

UMM ikut berperan aktif mengurangi dampak Covid-19 yang dialami mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus melaui kegiatan “UMM Peduli, UMM Berbagi” berupa pembagian sembako yang dilakukan secara berkala.

Pembagian paket sembako dilakukan terdiri dari 3 kluster, yakni kluster 1 (0-4 KM) yakni wilayah Karangploso, Dau, Mulyoagung dan Tlogomas, kluster 2 (4-10 KM) yakni Dinoyo, Mojolangu, dan Merjosari.

Sementara kluster 3 (10 KM ke atas) diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat wilayah Blimbing, Sumbersari, Batu, dan daerah terjauh dari UMM. “Proses distribusi sembako dilakukan dengan standar protokol kesehatan,” ungkap Pulung, penanggungjawab Syiar Ramadhan in Campus 2020.

Kegiatan I’tikaf Ramadhan dan pembagian zakat yang biasanya diadakan di Masjid AR. Fachruddin Kampus II UMM atau kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak, akan tetap diselenggarakan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan.

“Sementara untuk kegiatan shalat Idul Fitri masih menunggu keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, apakah UMM akan tetap selenggarakan shalat Idul Fitri secara umum,” ujar Pulung yang juga dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM ini. (K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top