Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Tradisional di Kota Malang Dilengkapi Wastafel Portable sesuai Protokol Corona

Pasa-pasar tradisional di Kota Malang telah dilengkapi dengan sarana cuci tangan, wastafel portable, sebagai bagian protokol Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 24 April 2020  |  18:39 WIB
Wastafel portable telah dipasang di pasar tradisional di Kota Malang. Foto: Diskopindag Kota Malang
Wastafel portable telah dipasang di pasar tradisional di Kota Malang. Foto: Diskopindag Kota Malang

Bisnis.com, MALANG - Pasa-pasar tradisional di Kota Malang telah dilengkapi dengan sarana cuci tangan, wastafel portable, sebagai bagian protokol Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan pmyuediaan sarana cuci tangan itu penting sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jadi kalau ada yang menyebut di pasar-pasar tradisional belum tersedia sarana cuci tangan, maka jelas yang bersangkutan tidak pernah mendatangi pasar akhir-akhir ini,” katanya di Malang, Jumat (24/4/2020).

Secara rinci, keberadaan wastafel di pasar tradisional, yakni wastafel portable bantuan dari Pertamina telah terpasang di Pasar Sukun, Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Gadang, Pasar Bunul, dan Pasar Klojen.

Wastefel portable bantuan Grab telah terpasang di Pasar Madyopuro, Pasar Kedungkandang, Pasar Sawojajar, Pasar Bareng, Pasar Kasin, Pasar Tawangmangu, Pasar Lesanpuro, dan Pasar Kotalama.

Wastafel portable bantuan Poltek Malang terpasang di Pasar Induk Gadang, Pasar Wilis, Pasar Nusakambangan, Pasar burung splendid, Pasar Mergan, Pasar Blimbing, Pasar Baru Barat, Pasar Baru Timur, dan Pasar Embong Brantas.

Wastafel portable dari Gojek (langsung ke pasarnya) terpasang di Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo. “Bahkan di Pasar Besar di setiap pintu masuk yang berjumlah 10,. Semuanya sudah ada tempat cuci tangannya,” ucapnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi munculnya lansiran di media sosial atas gerakan "Koin untuk Tong Cuci Tangan", menegaskan hak setiap orang untuk menyampaikan sebuah gagasan, namun seyogyanya ada konfirmasi dan gali informasi ke Perangkat Daerah yang menangani dan membidangi, apakah kondisi di lapangan seperti itu.

“Bagi Pemkot, partisipasi dan peran publik itu penting, tentu bersifat produktif. Khusus berkaitan dengan pandemi Covid-19, sejak awal sudah saya tekankan dan langsung saya advokasi ke pasar untuk memperhatikan protokol terkait dengan Covid-19 itu.,” ujarnya.

Di antaranya penyediaan sarana cuci tangan, hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, penempatan bilik Sico (Sikat Corona), pengaturan jarak layanan, penyemprotan disinfektan dan penggunaan masker.

Dia juga mengimbau agar para pedagang sebisa mungkin menggunakan pelindung tangan untuk memberi layanan kepada pembeli, selain masker.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang Pasar Tradisional Virus Corona
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top