Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSBB Surabaya dan Daerah Penyangga, Pengusaha Minta Stimulus Usaha

Sebaiknya seluruh PPh 21 dipotong 5 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 April 2020  |  18:56 WIB
Warga menerima paket sembako di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). Pembagian 2.000 paket sembako oleh Paguyuban Masyarakat Tiong Hoa bersama Polrestabes Surabaya itu untuk meringankan beban ekonomi mereka di tengah wabah Covid-19. - Antara/Didik Suhartono
Warga menerima paket sembako di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2020). Pembagian 2.000 paket sembako oleh Paguyuban Masyarakat Tiong Hoa bersama Polrestabes Surabaya itu untuk meringankan beban ekonomi mereka di tengah wabah Covid-19. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Pengusaha di Jawa Timur berharap pemerintah memberikan stimulus secara total kepada seluruh segmen usaha berupa pemotongan PPh 21 sebesar 5 persen jika memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim, Nur Cahyudi mengatakan sejauh ini pembebasan PPh 21 masih kurang efektif karena hanya untuk segmen tertentu sehingga tidak ada dampak efek stimulusnya.

"Sebaiknya seluruh PPh 21 dipotong 5 persen, ini otomatis ada flow back stimulus 5 persen untuk antisipasi inflasi meningkat karena distribusi barang tidak lancar," katanya, Senin (20/4/2020).

Dia mengungkapkan kebijakan pemerintah dalam merespons dampak Covid-19 masih belum diimplentasikan di lapangan. Sebagai contoh di bidang moneter, BI rate sudah 4,5 persen, tetapi suku bunga pinjaman juga belum beranjak turun.

"Bank saat ini masih sangat ambivalen, ketika BI rate naik, mereka serta merta menaikkan suku bunga pinjaman," katanya.

Nur yang juga merupakan pengusaha mebel ini menambahkan bahkan sebelum diberlakukan PSBB, rerata kapasitas produksi industri Jatim sudah merosot 50 persen mengingat negara tujuan ekspor juga melakukan lockdown sehingga order dibatalkan atau ditunda.

"Sementara pasar dalam negeri juga kurang bergairah karena daya beli masyarakat menurun. Akibatnya industri mengalami penurunan omzet dan demand," imbuhnya.

Nur menambahkan, para pelaku usaha mengharapakan agar pengaturan dan dampak penerapan PSBB di Jatim dipertimbangkan secara cermat agar tidak mengganggu kegiatan produksi, tetapi dengan tetap mengutamakan pengamanan protokol Covid-19, apalagi di wilayah Sidoarjo dan Gresik terdapat banyak industri manufaktur.

"Menanggapi rencana PSBB Surabaya Raya, ya kita ikuti petunjuk pemerintah tentang protokol kesehatan. Tentunya pemerintah akan memberi arahan, karena ada 11 sektor usaha yang dibolehkan operasi, tentunya dengan syarat-syarat," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top