Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

100 Proyek Konstruksi Jatim Dihentikan

Sedikitnya 100 proyek komersial di Jawa Timur yang terpaksa dihentikan sementara akibat penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 April 2020  |  17:37 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Abdurachman
Ilustrasi. - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, SURABAYA - Sedikitnya 100 proyek komersial di Jawa Timur terpaksa dihentikan sementara akibat penyebaran/wabah virus corona atau Covid-19.

Ketua Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (Aprok) Aslakhul Umam mengatakan mengatakan proyek komersil tersebut seperti office, hotel, ritel, dan proyek high rise lainnya.

"Proyek yang berhenti ini mengakibatkan pengusaha mengalami kerugian 25 persen dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB), bahkan ada yang merumahkan karyawannya mencapai 100 - 200 orang," katanya, Rabu (8/4/2020).

Meski proyek komersil terganggu, tetapi sektor konstruksi masih bisa mengandalkan segmen perumahan atau residensial yang masih mampu berjalan karena ada kebutuhan hunian masyarakat.

Begitu juga, beruntung pemerintah telah memberikan subsidi harga material bangunan, dan bantuan penurunan suku bunga modal kerja konstruksi termasuk restrukturisasi kredit.

Dia menyebut, jumlah proyek residensial di Jatim sepanjang kuartal I/2020 ini sebanyak 107 proyek dengan nilai mencapai US$305,77 juta. Dari jumlah tersebut, kontribusi segmen real estate sekitar 60 persen, apartemen atau high rise 20 persen dan personal house 20 persen.

Dia berharap, pandemi Covid-19 segera selesai sehingga pada semester II/2020 sektor konstruksi bisa melanjutkan proyek-proyeknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top