Di Tengah COVID-19, Bulog Malang Jamin Stok Beras Aman

Perum Bulog Subdivre Malang, Jawa Timur, menjamin ketersediaan beras mencukupi bagi kebutuhan masyarakat, di tengah penyebaran wabah virus corona jenis baru COVID-19.
Stok beras Bulog Subdivre Malang, Jawa Timur./Antara-Vicki Febrianto
Stok beras Bulog Subdivre Malang, Jawa Timur./Antara-Vicki Febrianto

Bisnis.com, MALANG – Perum Bulog Subdivre Malang, Jawa Timur, menjamin ketersediaan beras mencukupi bagi kebutuhan masyarakat, di tengah penyebaran wabah virus corona jenis baru COVID-19.

Kepala Bulog Subdivre Malang Anita Andreani mengatakan total stok Bulog Malang saat ini 28.000 ton, dengan ketahanan stok diperkirakan berkisar mulai 6 bulan hingga 1 tahun.

"Ketahanan stok kami cukup panjang yakni berkisar 6 hingga 12 bulan. Total stok 28.000 ton," kata Anita, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (30/3/2020).

Hingga saat ini, tambahnya, tidak terjadi lonjakan permintaan dari masyarakat terkait kebutuhan beras, utamanya untuk wilayah Malang Raya. Sejauh ini, Bulog Malang mencatat permintaan beras masyarakat masih stabil.

Menurut dia, Bulog Malang tetap melakukan operasi pasar (OP) untuk penyaluran beras. Namun, akibat wabah COVID-19, operasi pasar hanya bisa dilakukan di depan kantor Bulog Malang, tidak masuk ke pasar rakyat.

Wilayah yang menjadi cakupan kerja Bulog Malang adalah, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Anita menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan stok yang dimiliki saat ini.

"Sejauh ini permintaan masih sama dengan sebelumnya. Kemudian, karena ada kebijakan social distancing, kami memutuskan untuk membuka operasi pasar di depan kantor, yang sedianya ke pasar-pasar," paparnya.

Pemerintah Kota Malang bersama seluruh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) menerapkan zona physical distancing atau pembatasan sosial di beberapa area termasuk kawasan perumahan untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Di wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, hingga Senin (30/3), sebanyak 10 orang yang positif terjangkit virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China, itu.

Lima orang yang positif terjangkit COVID-19 tersebut merupakan warga Kabupaten Malang, yang salah satunya meninggal dunia. Sementara di Kota Batu, terdapat satu orang yang dinyatakan positif COVID-19.

Untuk Kota Malang, tercatat empat orang positif terjangkit COVID-19. Dari empat orang tersebut, tiga orang yang merupakan warga Kota Malang, dinyatakan sembuh atau negatif COVID-19 setelah dirawat.

Sementara satu kasus lainnya merupakan salah satu mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Kota Malang. Saat ini, mahasiswa tersebut dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Panti Waluya (RKZ) Sawahan, Kota Malang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper