Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riau Perketat Akses Keluar-Masuk di Daerah Rawan

Seluruh pemerintah daerah di Provinsi Riau diminta untuk mengawasi dan memperketat akses masuk ke Riau.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  12:33 WIB
Penumpang kapal tiba di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai dari Pulau Batam, Dumai, Riau, Minggu (22/3/2020). Lalu lintas penumpang kapal domestik di Pelabuhan Dumai terlihat sepi sejak pemerintah mengumumkan status darurat COVID-19 di tanah air dengan jumlah penumpang yang tiba dan berangkat tidak lebih dari 400 orang per hari atau berkurang sekitar 30 persen daripada hari biasa. - Antara/Aswaddy Hamid
Penumpang kapal tiba di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai dari Pulau Batam, Dumai, Riau, Minggu (22/3/2020). Lalu lintas penumpang kapal domestik di Pelabuhan Dumai terlihat sepi sejak pemerintah mengumumkan status darurat COVID-19 di tanah air dengan jumlah penumpang yang tiba dan berangkat tidak lebih dari 400 orang per hari atau berkurang sekitar 30 persen daripada hari biasa. - Antara/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, PEKANBARU — Seluruh pemerintah daerah di Provinsi Riau diminta untuk mengawasi dan memperketat akses masuk ke Riau, terutama di daerah-daerah rawan seperti di Kab. Siak, Kab. Kepulauan Meranti, Kab. Bengkalis, dan Kota Dumai untuk membendung penyebaran virus corona (Covid-19).

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan beberapa daerah Riau, terutama di daerah kepulauan, sangat rawan dengan akses keluar-masuk baik legal maupun ilegal. 

"Agar kita [pemerintah daerah] bisa mencermati dan membatasi perkembangan virus Corona," katanya, Senin (23/3/2020), seperti dikutip dari siaran pers.

Bahkan, untuk daerah yang memiliki pelabuhan seperti Kota Dumai diharapkan untuk sementara waktu tidak ada aktivitas pelayaran baik yang keluar maupun masuk ke Riau.

Pemerintah daerah masing-masing kemudian diminta untuk mengawal setiap individu yang masuk ataupun transit di Riau, baik di pelabuhan, bandar udara, maupun terminal bus.

Adapun, kebijakan lockdown di Malaysia telah berdampak pada sepinya pelayaran dan penerbangan dari Riau ke Negeri Jiran. Tak hanya itu, beberapa penumpang bus juga telah membatalkan perjalanan mereka sejak awal Maret untuk menghindari wabah virus corona.

Per 21 Maret 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat total pasien terduga (suspect) terjangkiti virus corona atau Covid—19 sebanyak 41 orang.

“Ada penambahan 7 pasien, sehingga jumlah kasus suspect corona di Riau dari 3 Maret hingga 21 Maret 2020 ada sebanyak 41 pasien dalam pengawasan (PDP)," kata Mimi Yuliani Nazir, Kepala Diskes Riau.

Adapun, dari jumlah tersebut tercatat 10 orang telah dinyatakan negatif dan 1 orang positif. Sementara itu, pasien yang masih dirawat di beberapa rumah sakit rujukan yang tersebar di Riau sebanyak 30 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatra
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top