Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peta Corona: Kasus Covid-19 Terdata di 19 Kelurahan Surabaya

Sebanyak 19 dari 154 kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, tercatat mengalami kasus positif Covid-19 berdasarkan peta sebaran COVID-19 melalui laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ milik Pemkot Surabaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  09:43 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengungkap peta sebaran kasus infeksi virus Corona jenis baru atau Covid-19 di wilayah tersebut. 

Sebanyak 19 dari 154 kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, tercatat mengalami kasus positif Covid-19 berdasarkan peta sebaran COVID-19 melalui laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ milik Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (DisKominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, di Surabaya, Selasa (24/3/2020), mengatakan data kasus Covid-19 baru bisa dibuka setelah pihaknya mendapatkan pembaharuan data dari pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada Senin (23/3) malam.

"Biar kita bisa sama-sama waspada atas Covid-19," katanya.

Adapun 19 kelurahan tersebut yakni Kelurahan Sidotopo (Kecamatan Semampir), Kelurahan Kenjeran (Kecamatan Bulak), Kelurahan Kedung Cowek (Kecamatan Bulak), Kelurahan Tambak Dukuh (Kecamatan Bubutan), Kelurahan Panjaringan Sari (Kecamatan Rungkut), Kelurahan Manyar Sabrangan (Kecamatan Mulyorejo), Kelurahan Menur (Kecamatan Sukolilo), Kelurahan Gunung Anyar (Kecamatan Gunung Anyar).

Wilayah lain adalah Kelurahan Babatan (Kecamatan Wiyung), Kelurahan Wiyung (Kecamatan Wiyung), Kelurahan Ngagel Rejo (Kecamatan Wonokromo), Kelurahan Sawunggaling (Kecamatan Wonokromo), Kelurahan Darmo (Kecamatan Wonokromo), Kelurahan Prada Kali Kendal (Kecamatan Dukuh Pakis), Kelurahan Dukung Kupang (Kecamatan Dukuh Pakis), Kelurahan Lontar (Kecamatan Sambikerep), Kelurahan Bangkingan (Kecamatan Lakarsantri), Kelurahan Putat Gede (Kecamatan Sukamanunggal) dan Kelurahan Simomulyo (Kecamatan Sukamanunggal).

Dari data tersebut diketahui ada dua warga dalam satu kelurahan yang dikonfirmasi positif Covid-19 yakni Kelurahaan Gunung Anyar (Kecamatan Gunung Anyar), Kelurahan Ngagel Rejo (Kecamatan Wonokromo), Kelurahan Prada Kali Kendal (Kecamatan Dukuh Pakis) dan kelurahan Simomulyo (Kecamatan Sukamanunggal) dua orang.

Secara keseluruhan terdapat 134 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP), tujuh orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) serta 23 orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tersebar di 28 kecamatan.

Jumlah data pasien positif COVID-19 yang disampaikan Pemkot Surabaya itu berbeda dengan data Pemprov Jatim. Pemkot Surabaya menyebut ada sekitar 23 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 23 Maret 2020, sedangkan Pemprov Jatim menyampaikan ada 29 orang positif Covid-19.

Mendapati hal itu, Fikser mengatakan bahwa data yang diterimanya sudah diolah dari Dinas Kesehatan Surabaya. Terkait selisih enam warga yang positif Covid-19, Fikser menyebut hal itu terjadi karena masih dalam pemutakhiran data.

"Mungkin saja enam orang itu bukan warga Surabaya, tapi dirawat di rumah sakit di Surabaya," ujarnya.

Selain itu, jika ada perubahan data, Satgas Pencegahan COVID-19 Surabaya akan memberikan update melalui laman milik Pemkot Surabaya itu.

Fikser mengatakan jika ada perubahan data, pasti pihaknya akan memperbaharui datanya sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyarankan agar peta sebaran COVID-19 di Surabaya bisa faktual, maka data pasien harus per domisili bukan per kartu tanda penduduk (KTP).

"Biasanya masih ada beda alamat KTP dan domisili," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top