PDP Covid-19 di Kota Malang bertambah Jadi 8 orang

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Malang per Sabtu (21/3/2020) bertambah menjadi 8 orang dari yang sebelumnya 4 orang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  00:10 WIB
PDP Covid-19 di Kota Malang bertambah Jadi 8 orang
Petugas melakukan penyemprotan desinfektan di Taman Slamet Kota Malang. Untuk sementara taman-taman yang berada di tengah kota ditutup agar steril. (ANTARA/HO/PEMKOT MALANG - End)

Bisnis.com, MALANG - Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Kota Malang bertambah dari 4 orang menjadi 8 orang per Sabtu (21/3/2020).

Wali Kota Malang  Sutiaji  mengatakan  berdasarkan data per 21 Maret, jumlah orang dengan resiko (ODR) terdata sebanyak 285 orang,  orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 78 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 8 orang dari yang sebelumnya 4 orang. 

"Saya ingin sampaikan pesan kepada publik,  khususnya para pelaku usaha yang tetap saja beraktifitas dengan mobilitas orang yang banyak hadir di tempat, mari kita bangun kesadaran bersama karena nasib kita ada pada kesadaran dan tanggung jawab kita," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (21/3/2020).  

Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak ada berniat atau dengan sengaja menyusahkan atau merugikan masyarakat. Pasalnya, kebijakan yang diambil pemerintah tersebut, berkaitan dengan keselamatan lebih dari 1 juta populasi yang ada di kota Malang.  

"Anda abai dan anda tidak sadar kadang virus itu datang dari mana karena pergerakan antara kita,  satu dan yang lainnya kita tidak tahu.  Jadi saya minta indahkan, perhatikan dan patuhi aturan tentang social distance serta bergiat di rumah masing masing,  "ujarnya.

Pernyataannya itu disampaikan merespon laporan dan informasi masih adanya kegiatan yang menghimpun massa di sejumlahcafe. 

Dia mengaku telah memerintahkan Kepala Satpol PP untuk mengawaasi operasional kafe, testitan, dan tempat hiburan. 

Menurutnya, jika pengusaha restoran, kafe, dan karaoke ternyata tetap membandel dengan tetap buka dan menyediakan layanan yang mengumpulkan massa maka dirinya tak segan untuk menutup izinnya karena hal itu menyangkut keselamatan bersama.

"Janganlah main main. Ini bukan untuk menakut nakuti atau membuat resah, lebih pada tanggung jawab untuk memotret fakta sesungguhnya,  sehingga terbangun kesadaran dan tanggung jawab bersama. Ayo lah gotong royong melawan Covid-19," ucapnya.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko, yang juga  Dewan Pembina Forum Komunikasi Umat Beragama   Kota Malang juga mengajak semua tokoh agama bersama jamaahnya secara serentak dan simultan untuk menggelar doa secara mandiri bagi keselamatan Kota Malang dan bangsa Indonesia dari bahaya Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malang, Virus Corona

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup