Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Pasar Modal di Jatim Naik 25 Persen

Jumlah investor pasar modal di Jawa Timur pada 2019 tercatat mengalami peningkatan hampir 25 persen (tepatnya 24,59%) menjadi 139.187 Single Investor Identitiy (SID).
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  18:01 WIB
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, SURABAYA - Jumlah investor pasar modal di Jawa Timur pada 2019 tercatat mengalami peningkatan hampir 25 persen (tepatnya 24,59%) menjadi 139.187 Single Investor Identitiy (SID).

Kepala Kantor BEI Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni mengatakan di tengah kondisi ekonomi global yang cukup mengkhawatirkan, ternyata tren pertumbuhan investor justru naik. Namun begitu, pemberitaan yang negatif tentu bisa mempengaruhi orang untuk berinvestasi.

“Memang kita tahun bahwa di awal tahun ini cukup banyakisu-isu negatif, seperti berita soal Jiwasraya hingga virus corona, nah otomatis orang agak takut juga, tapi kami akan semangat untuk memberikan informasi kepada masyarakat supaya lebih paham bahwa pasar modal bisa naik turun,” katanya seusai workshop media BEI di Surabaya, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, justru saat seperti ini adalah time to buy alias waktunya untuk membeli sahan-saham perusahaan yang secara fundamentalnya bagus untuk pilihan investasi. Tahun ini pun, lanjutnya, diharapkan pertumbuhan investor baru setidaknya sama dengan pertumbuhan tahun lalu di atas 20%.

“Kalau mau melihat, prosentase investor Jatim bagus dibandingkan daerah lain, tetapi jika dibandingkan nasional memang masih sangat kecil,” imbuhnya.

Untuk menggenjot tren investasi pasar modal, BEI Jatim sendiri tahun ini akan banyak menggandeng kalangan pesantren, di samping juga melanjutkan kerja sama dengan perguruan tinggi karena memang ingin membidik kalangan mahasiswa atau kaum milenial yang cepat mudah mengerti meskipun secara nilai transaksinya masih kecil.

“Kemarin kami sudah gandeng Pesantren Tebu Ireng yang punya kampus Unhas. Di sana kami beri sosialisasi pasar modal,” ujarnya.

Dalam survei 2019, inklusi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, tercatat sampai 31 Januari 2020, jumlah investor di Indonesia masih sekitar 1.117.025 SID atau hanya 0,45% dari populasi Indonesia.

Berdasarkan data KSEI, jumlah investor di Jatim mencapai 139.187 SID atau 0,35% dari total penduduk Jatim sebanyak 40 juta jiwa. SID tahun lalu naik dibandingkan 2018 yang hanya 104.949 SID, dan pada 2017 hanya 76.381 SID.

Adapun sebaran investor pasar modal di Jatim ini tersebar di Surabaya sebanyak 48.626 SID, Malang 15.498 SID, Sidoarjo 12.768 SID, Kediri 6.758 SID, Gresik 4.809 SID, Jember 4.102 SID, Madiun 3.927 SID, Mojokerto 3.289 SID, Jombang 3.058 SID, Banyuwangi 2.832 SID.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal bursa saham
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top