Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Sapi Bodong, 1.260 Warga Kampar Tertipu

Investasi bodong sapi perah yang kasusnya juga tengah ditangani Polres Ponorogo, Jawa Timur, serta telah menyeret dua tersangka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  11:43 WIB
Peternak menggembalakan sapi.. - Antara/Aji Styawan
Peternak menggembalakan sapi.. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, PEKANBARU - Sedikitnya 1.260 warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menjadi korban investasi bodong sapi perah yang kasusnya juga tengah ditangani Polres Ponorogo, Jawa Timur, serta telah menyeret dua tersangka.

Polman Sinaga, kuasa hukum korban investasi bodong asal Kampar kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (25/2/2020), mengatakan para kliennya itu telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

"Kami ingin Polda Riau memroses laporan kami dan uang klien kami dapat dikembalikan," ucap Polman.

Dia mengatakan seribuan lebih warga Kampar yang mayoritas berasal dari Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung itu mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat investasi yang berlangsung sejak 2017 itu.

Dalam laporannya, warga turut menyebutkan tiga nama yang diduga paling bertanggung jawab dalam dugaan investasi bodong tersebut. Mereka adalah AP, R dan RH, yang tidak lain merupakan petinggi CV Jaya Manunggal Mandiri. CV tersebut, kata Polman berafiliasi dengan CV Tri Manunggal Jaya yang kini tengah terseret hukum di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Polman menjelaskan modus investasi itu adalah dengan menawarkan korban beberapa jenis paket penggemukan sapi dengan nominal Rp17 juta. Para korban bisa membeli satu paket atau bahkan ratusan paket dengan iming-iming penghasilan perbulan Rp2 juta setiap paket.

"Korban dijanjikan satu ekor sapi nilainya setara dengan Rp17 juta dengan iming-iming setiap bulannya akan menerima pendapatan Rp2.250.000," ungkap Polman.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi mengatakan telah menerima laporan itu dan kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Sifatnya masih aduan dan masih kita akan dalami," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur ponorogo investasi bodong

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top