Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kuliah Mahasiswa Brawijaya Terhambat Akibat Penutupan Akses di Wuhan

Penutupan akses di beberapa wilayah di China menghambat perkuliahan sejumlah mahasiswa, termasuk yang dari Universitas Brawijaya (UB).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  16:10 WIB
Kuliah Mahasiswa Brawijaya Terhambat Akibat Penutupan Akses di Wuhan
Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Didiet Afandi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Penutupan akses di beberapa wilayah di China menghambat perkuliahan sejumlah mahasiswa, termasuk yang dari Universitas Brawijaya (UB).

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Didiet Afandi yang sedang di Indonesia seharusnya Minggu (26/1/2020) ke Huazhong China untuk melanjutkan studi S3 di Huazhong University of Science and Technology di Wuhan. Namun karena akses ditutup oleh pemerintah setempat, maka sistem perkuliah diundur sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Saat ini, sebagian dosen dan mahasiswa UB yang studi di China sedang mengambil liburan semester di Indonesia dan belum kembali ke China, dan dalam kondisi aman," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (29/1/2020).

Dia masih di China dari Desember sampai awal Januari. Enam mahasiswa UB lainnya masih di Indonesia dan belum kembali ke China.

Didiet mengatakan awal tahun sebelum dirinya kembali ke Indonesia, kondisi di China sedang musim dingin dan tidak banyak aktivitas keluar.

"Waktu awal-awal tahun kemarin baru ada dua warga yang terindikasi virus Corona. Saat itu, kondisi sedang musim dingin dan tidak banyak aktivitas karena saya pikir para warga lagi liburan dan pulang ke desa merayakan Imlek. Kebetulan saya tinggal di pusat kotanya," katanya.

Dia menceritakan, saat ini pemerintah setempat sedang memproteksi Wuhan dari seluruh kegiatan agar virus Corona tidak menyebar ke mana-mana.

"Terakhir teman-teman di sana koordinasi dengan KBRI dan beberapa ingin pulang namun pemerintah setempat sedang menutup akses agar tidak menyebar. Di sana bis dan kereta api tidak jalan. Aktivitas sementara hanya di dalam ruangan saja," ungkapnya.

Tips Mencegah Corona

Sementara itu dokter FK UB, Kurniawan Taufiq Kadafi, menjelaskan bahwa jika berdasarakan riset dan laporan dari www.thelanset.com, Corona Virus sempat berkembang beberapa tahun lalu dalam bentuk SARS dan MERS lalu saat ini disebut sebagai 2019-Novel Corona Virus (2019-nCov). Pada 1 Januari 2020 sebuah sebuah minimarket pasar ikan ditutup karena diduga ada kontaminasi hewan dengan coronavirus.

Perjalanan virus ini cukup cepat karena pasien yang terinfesi virus Corona akan masuk ICU dalam jangka waktu lima hari.

"Masa inkubasinya dua sampai enam hari, lalu pada hari ke sembilan mengalami sesak nafas lalu memberat dan ada ancaman gagal nafas, hari kesepuluh masuk ICU, dan rata-rata mengalami gejala penumonia (radang paru) yaitu batuk sesak dan kemudian ada demam,"katanya.

Virus yang paling banyak menyerang warga usia 25 sampai 49 tahun tersebut, bisa diantisipasi dengan beberapa hal berikut, yakni tidak boleh panik, tetap waspada, menjaga kebersihan tangan dalam waktu 20 detik, menghindari mengusap mata, hidung atau mulut setelah memegang dengan pasien, menutup mulut dan hidung menggunakan tissue setelah bersin, menggunakan pake masker bila mengalami gangguan saluran nafas.

"Untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona, Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) juga akan mengadakan simulasi penanganan pasien yang terinfeksi virus tesebut," katanya. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas brawijaya virus corona
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top