Pemkot Malang Luncurkan Akses Kredit Mudah Lawan Bank Titil

Pemkot Malang menggandeng OJK meluncurkan OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir) untuk memberantas praktik bank titil yang menjerat pengusaha mikro kecil.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  20:16 WIB
Pemkot Malang Luncurkan Akses Kredit Mudah Lawan Bank Titil
Wali Kota Malang Sutiaji (kanan) bersama Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri (kiri) pada Peluncuran OJIR di Malang, Jumat (6/12/2019). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang menggandeng OJK meluncurkan OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir) untuk memberantas praktik bank titil yang menjerat pengusaha mikro kecil.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dalam pelaksanaannya sebagai operator program tersebut, yakni BPR Tugu Artha, BPR milik Pemkot Malang. BPR tersebut memberikan kredit mikro untuk pengusaha mikro kecil dengan tanpa bunga dan agunan.

“Baznas yang mengkover biaya operasional BPR terkait pembiayaan untuk program OJIR, sedangkan untuk risikonya menjadi tanggung jawab Pemkot Malang,” ujarnya di sela-sela Peluncuran OJIR di Malang, Jumat (6/12/2019).

Maksimal pembiayaan yang bisa diberikan BPR pada program tersebut, sebanyak Rp10 juta/nasabah dengan masa tenor pinjaman selama 24 bulan.

Jika program tersebut berjalan sehingga pengusaha mikro kecil bisa terbebas dari pinjaman rentenir, kata dia, maka mereka bisa leluasa mengembangkan usahanya, tidak terganggu pinjaman rentenir yang bunganya mencekik.

“Targetnya diharapkan bisa semuanya. Semua pengusaha mikro yang terjerit pinajamn rentenir bisa dibiayai. Datanya memang belum ada, namun jika mereka para pengusaha mikro kecil mengetahui program ini, mereka akan berduyun-duyun melapor meminta fasilitas pinjaman ini,” ujarnya.

Menurut dia, dana yang dipergunakan untuk pembiayaan kredit mikro bagi pengusaha mikro kecil yang terjerat pinjaman rentenir dari dana penyertaan Pemkot Malang ke BPR Tugu Artha.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan skema kredit program tersebut cocok untuk pengusaha mikro yang terjerat utang rentenir. Dengan terbebasnya pengusaha mikro dari jerat utang ke rentenir, maka mereka diharapkan bisa lebih berkembang karena keuntungan usahanya tidak banyak tersedot ke rentenir berupa kewajiban membayar bunga dan pokok utang.

“Skema kredit tersebut bisa terealisasikan atas kerja keras dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah bekerja sama dengan Pemkot Malang dan Baznas,” ujarnya.

Dirut BPR Tugu Artha Malang Nyimas Nunin Anisah Baiduri mengatakan penyertaan modal dari Pemkot Malang untuk program tersebut tahun mencapai Rp1,5 miliar dan tahun depan meningkat menjadi Rp2,5 miliar.

Wali Kota Malang Sutiaji berharap, jika pengusaha mikro berhasil dientas dari jerat rentenir maka diharapkan tetap bisa dibiayai kredit modal usaha dari BPR Tugu Artha.

Dengan begitu, maka usaha mikro bisa naik kelas menjadi pengusaha kecil dan seterusnya karena usahanya berkembang karena didukung pembiayaan yang baik.

Dia optimistis, NPL dari program OJIR akan mencapai 0%. Optimisme didasarkan pada kenyataan angka collecting kredit mikro sebenarnya baik. “Jadi saya optimistis program ini akan berjalan dengan baik,” ucapnya.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpr, kota malang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup