Soal 22 Persen Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme Berbuntut Panjang

apabila hasil studi pemetaan tentang radikalisme di kalangan mahasiswa Unej itu dikatakan informasi hoaks, maka saya tidak terima, kata Dr Akhmad Taufiq.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2019  |  21:04 WIB
Soal 22 Persen Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme Berbuntut Panjang
Ilustrasi. - theindonesianinstitute.org

Bisnis.com, JEMBER - Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) Dr Akhmad Taufiq mengaku legawa diberhentikan dari jabatannya yang diduga terkait pernyataannya yang memaparkan hasil penelitian tentang pemetaan radikalisme di kalangan mahasiswa kampus setempat mencapai 22 persen dari 15.000 lebih mahasiswa Unej.

"Terkait pemberhentian saya sebagai Ketua LP3M Unej, ya tidak apa-apa dan itu sah-sah saja karena pengangkatan atau pemberhentian merupakan kewenangan dari Rektor Unej," katanya saat ditemui di rumahnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).

Ia menilai pemberhentian jabatannya merupakan hal yang wajar dan kewenangan tersebut merupakan otoritas dari Rektor Unej, sehingga ia mengaku menerima keputusan itu secara legawa.

"Namun, apabila hasil studi pemetaan tentang radikalisme di kalangan mahasiswa Unej itu dikatakan informasi hoaks, maka saya tidak terima dan akan meresponnya. Itu akan menjadi masalah karena ada perlawanan dari gerakan antiradikalisme di Universitas Jember," ujarnya.

Dosen FKIP Unej itu mengaku sangat menghormati Rektor Unej Moh Hasan atas keputusan itu dan pihaknya tidak dalam rangka melawan, namun lebih mencintai lembaga karena pihaknya sebagai "tukang bersih-bersih" paham radikalisme di Kampus Unej dan tidak punya kepentingan politik apa pun.

"Saya tidak tahu apakah pemberhentian saya sebagai Ketua LP3M Unej terkait dengan pemaparan hasil penelitian tentang radikalisme itu, karena Rektor Unej tidak pernah menyampaikan hal itu," ucapnya.

Sementara Kepala Humas Unej Agung Purwanto mengatakan pemberhentian Dr Akhmad Taufiq sebagai Ketua LP3M Unej hanya masalah dinamika organisasi dan hal tersebut merupakan kewenangan Rektor Unej Moh. Hasan.

"Pernyataan Ketua LP3M Unej yang menyebutkan 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme sangat berdampak pada lembaga kampus, sehingga kami perlu menyampaikan penjelasan secara detail tentang hal tersebut dan penanganan yang sudah dilakukan pihak Unej," ujarnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, undangan gladi bersih dan pelantikan/serah terima jabatan Ketua LP3M Unej dijadwalkan pada Selasa pagi, namun acara tersebut ditunda pada Rabu (27/11) karena Rektor Unej sedang berduka, ibunda Rektor Unej meninggal dunia di Malang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
radikalisme

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup