UMM Dorong Generasi Milenial Jadi Socio-ecopreneur

UMM mendorong generasi milenial, yakni generasi Y dan Z, menjadi socio-ecopreneur.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  20:09 WIB
UMM Dorong Generasi Milenial Jadi Socio-ecopreneur
Mahasiswa UMM di Kampung Hijau Tempenosaurus di Kota Batu, Jawa Timur. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong generasi milenial, yakni generasi Y dan Z, menjadi socio-ecopreneur lewat Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) pada 2 - 4 Oktober 2019.

Wakil Rektor I UMM Prof. Syamsul Arifin mengatakan generasi milenial sedang menghadapi masalah yang menantang hingga saat ini. Hal ini terutama berkaitan upaya mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Salah satu topik yang muncul untuk meningkatkan kualitas hidup mereka adalah konsep socio-ecopreneurship. Dengan demikian, socio-ecopreneur datang sebagai peluang yang menjanjikan,” katanya di Malang, Jawa Timur, pada Selasa (1/10/2019).

Socio-ecopreneur merupakan generasi baru wirausaha yang berperan juga sebagai agen perubahan sosial.

Salah satu aksi yang dapat dilakukan, kata Syamsul, yakni dengan membiasakan dan melibatkan generasi muda dengan gagasan socio-ecopreneurship yang diharapkan dapat menghasilkan individu-individu yang memiliki motivasi dan dorongan diri dengan kesadaran sosial dan komitmen sosial yang tinggi.

Agenda ini akan diisi dengan Student Camp, Presidential Forum, NUNI Meeting, serta Networking Dinner.

Kesadaran sosial dan komitmen sosial yang tingg dan dilengkapi dengan dorongan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan sosial atau memperbaiki masalah sosial dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmu dan kepekaan, empati, pembuatan ide, membuat prototipe dan kesediaan membantu sesama adalah kekuatan pendorong dari proses ini.

Materi Student Camp berisi tentang design thinking untuk menemukan problem solving terhadap permasalahan yang dihadapi usaha kecil menengah (UKM) dengan basis kewirausahaan.

Peserta Student Camp NUNI 2019 adalah dari mahasiswa yang terdiri dari 21 universitas dengan total 63 peserta. Student Camp akan diadakan di wilayah binaan UMM, yakni Kampung Hijau Tempenosaurus di Desa Beji, Kota Batu.

Sementara, materi Presidential Forum berisi kebijakan-kebijakan di lingkup pendidikan tinggi untuk pengembangan perguruan tinggi.

Peserta Presidential Forum adalah seluruh rektor perguruan tinggi yang menjadi anggota NUNI. Sedangkan peserta NUNI Rector Meeting adalah para rektor/direktur/sederajat anggota NUNI. Peserta NUNI Staf Meeting adalah staf setiap perguruan tinggi anggota NUNI.

Penunjukan UMM sebagai tuan rumah penyelenggaraan NUNI 2019 tak lepas dari kiprah UMM yang senantiasa mengabdikan diri pada masyarakat terutama melalui konsep ekowisata atau pemanfaatan potensi daerah dengan tujuan menyejahterakan masyarakat.

Kampung Hijau Tempenosaurus yang dijadikan venue penyelenggaraan Student Camp 2019 sebagai percontohan pendampingan yang dilakukan UMM.

Jauh sebelum viralnya Kampung Hijau Tempenosaurus, UMM sebelumnya juga sudah melakukan pendampingan di salah satu wilayah kumuh di Kota Malang yakni di Jodipan, Kecamatan Blimbing, melalui branding Kampung Warna-Warni Jodipan.

Pendampingan yang berangkat dari praktikum mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi ini berhasil menaikkan taraf hidup masyarakat hingga keberhasilannya dilirik mancanegara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Universitas Muhammadiyah Malang, sociopreneur

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup