PLN Siapkan Transmisi Tutup Defisit Listrik Bali

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) berencana membangun jaringan transmisi untuk memenuhi kebutuhan listrik Pulau Bali.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  06:07 WIB
PLN Siapkan Transmisi Tutup Defisit Listrik Bali
Teknisi melakukan penggantian kabel listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Surabaya, Kamis (28/9). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) berencana membangun jaringan transmisi untuk memenuhi kebutuhan listrik Pulau Bali yang setiap tahun mengalami peningkatan hingga 8%.

Manager PLN Unit Pelaksana Teknis (UIT) Probolinggo, Hendrik Mariono mengatakan saat ini beban listrik di Bali mencapai 800 MW, dan pembangkit listrik di Bali hanya mampu menyuplai listrik 600 MW.

"Sedangkan sisanya disuplai dari Jawa sebanyak 360 MW, dan cadangannya 126 MW atau setara 40% dari kebutuhan Bali," jelasnya akhir pekan lalu dalam media gathering PLN di Banyuwangi.

Hendrik menjelaskan suplai listrik dari Jawa ke Bali saat ini menggunakan Cable Head Ketapang Banyuwangi untuk mengaliri listrik di 4 kota/kabupaten untuk 360.000 pelanggan.

Saluran kabel bawah laut tersebut menjadi perhatian yang ekstra karena merupakan bagian dari kawasan obyek vital nasional bidang energi.

Menurutnya, dengan pertumbuhan kebutuhan listrik yang mencapai 8% per tahun itu, maka pada 2024 kapasitas Cable Head itu sudah tidak mampu untuk mencapai beban puncak.

Sehingga, PLN kini perlu membuat perencanaan yang matang dalam memenuhi kebutuhan listrik di Bali.

Senior Manager Perrtanahan dan Komunikasi PLN UIP JBTB II, Ratih Kusuma Dewi saat ini pihaknya sedang melakukan studi kelayakan untuk proyek pembangunan transmisi untuk Bali.

"Rencananya menggunakan kabel udara di atas laut melalui Sutet tapi itu baru wacana mengingat di Bali kan ada aturan adat dan ketinggian. Jadi kita harus bikin FS Apakah layak menggunakan kabel udara atau kabel tanah, yang pasti 2022 harus sudah dieksekusi," jelasnya.

Ratih mengakui sistem listrik bertegangan tinggi di Jawa-Bali saat ini hanya sampai Paiton, tetapi di sekitar Banyuwangi hingga Bali masih perlu ditingkatkan keandalannya. Diharapkan, suatu daerah yang sudah teraliri listrik bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan ada potensi investor untuk masuk.

Adapun saat ini di Bali telah terpasang sebanyak 16 Gardu Induk 150 kV, dengan penghantar 36 sirkit, 42 unit trafo 20 kV sampai 150 kV.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, bali

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup