Stasiun KA Malang Dibangun dengan Konsep Gunung Putri Tidur

Stasiun KA Malang dikembangkan, diperluas, dengan konsep arstitektur Gunung Putri Tidur yang pada tahap I akan menelan investasi Rp54,5 miliar.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 24 September 2019  |  20:01 WIB
Stasiun KA Malang Dibangun dengan Konsep Gunung Putri Tidur
Corporate Deputy Director of Exiting Business Development PT KAI, Rochsjid Budiantoro tengah melakukan peletakan batu pertama pengembangan Stasiun Malang di Malang, Selasa (24/9/2019). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Stasiun KA Malang dikembangkan, diperluas, dengan konsep arstitektur Gunung Putri Tidur yang pada tahap I akan menelan investasi Rp54,5 miliar.

Corporate Deputy Director of Exiting Business Development PT KAI, Rochsjid Budiantoro, mengatakan pembangunan Stasiun Malang tahap 1 dimaksudkan agar dapat mengantisipasi lonjakan peningkatan jumlah penumpang di masa yang akan datang.

“Konsep desain pengembangan Stasiun Malang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang berlokasi di antara Kab.Malang dan Kota Baru," katanya di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Kota Malang, Selasa (24/9/2019).

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia, berharap pembangunan tersebut sebagai bentuk tekad perusahaan tersebut untuk mengembangkan transportasi di wilayah Jatim agar terus maju, sehingga bisa sejajar dengan transportasi perkeretaapian di Jakarta, khususnya di sektor kereta api komuter.

Adapun konsep desain pengembangan Stasiun Malang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang berlokasi di antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Citra gunung tersebut diterapkan dalam bentuk desain bangunan Stasiun Malang. Desain pengembangan Stasiun Malang ini menggunakan konsep sirkulasi pengkondisian udara yang memberikan sistem yang go green.

Pengembangan Stasiun Malang terintegrasi dengan bangunan Stasiun Malang eksisting dan dibangun sky bridge sebagai penghubung antara Stasiun Malang sisi timur dan sisi barat.

Pengembangannya Stasiun Malang ini akan dilakukan 2 tahap, saat ini adalah tahap I yang berupa pembangunan stasiun malang sisi timur dan pembangunan sky bridge.

Nantinya Stasiun Malang hasil pengembangan tahap I akan mempunyai luas bangunan 2.086 m2, luasan Parkiran 7.826 m2 dan ukuran sky bridge 6,5 x 72 m. Pada bangunan baru Stasiun Malang ini, nantinya bisa menampung kapasitas penumpang sebanyak 2.450 orang. Nilai proyek pembangunan tahap I ini menelan biaya Rp54,5 miliar.

Setiap tahunnya, tercatat jumlah penumpang KA di Stasiun Malang selama tahun 2018 berjumlah 1.787.286 penumpang. Jumlah ini naik 21% dibandingkan tahun 2017 dengan jumlah penumpang 1.478.370.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, malang

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup