Pengusaha Bakal Diajak Kunjungi Daerah Potensial Bisnis di Jatim

Kami akan tunjukkan kepada mereka lokasi-lokasi mana saja yang berpotensi di Jatim, kata Kepala BI Kantor Perwakilan Jatim, Difi Ahmad Johansyah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 September 2019  |  20:59 WIB
Pengusaha Bakal Diajak Kunjungi Daerah Potensial Bisnis di Jatim
Pekerja menyelesaikan pembuatan rak wine atau 'wine rack' dan gantungan pakaian atau 'wardrobe' vertikal dari bahan limbah kayu jati di industri rumahan kerajinan limbah kayu di kawasan Hutan Jati Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (12/9/2019). Hasil kerajinan tersebut untuk memenuhi permintaan dari Jerman melalui eksportir di Yogyakarta dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per unit dalam kondisi belum dipoles. - Antara/Siswowidodo

Bisnis.com, SURABAYA — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Jatim bakal fokus pada pengembangan konsep business matching untuk menarik investasi.

Kepala BI Kantor Perwakilan Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan dalam konsep business matching, BI dan DPM PTPSP akan mengundang pengusaha untuk diajak tour langsung ke daerah potensial.

"Kami akan tunjukkan kepada mereka lokasi-lokasi mana saja yang berpotensi di Jatim," katanya saat Seminar Nasional bertajuk East Java Investment : Gaining Momentum Amidst The Stable Outlook, Kamis (12/9/2019).

Dia mengatakan di tengah gejolak kondisi ekonomi global, penguatan kapabilitas industri nasional perlu terus didorong untuk meningkatkan kontribusi pada perekonomian. Upaya untuk menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit) pun harus terus dilakukan.

"Kami bersama Pemprov Jatim, dan OJK sepakat untuk melaksanakan 6 langkah strategis dalam memperkuat kinerja industri manufaktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan inklusif," katanya.

Adapun 6 langkah startegis tersebut adalah meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan infrastruktur, mendukung peningkatan iklim investasi melalui sistem perizinan dengan mengimplementasikan Online Single Submission (OSS) versi 1.1

Selain itu, pemerintah akan mendukung harmonisasi regulasi dan program kebijakan untuk meningkatkan produktivitas industri, antara lain melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan super deductible tax dan penerbitan penyempurnaan ketentuan pendukung kendaraan ramah lingkungan.

Keempat, mendukung kelancaran sistem pembayaran melalui perluasan kerja sama local currency settlement untuk perdagangan internasional dengan dua negara mitra, perluasan kerja sama local currency settlement untuk investasi (Malaysia, Thailand), serta pengembangan sistem pembayaraan melalui perluasan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan peluncuran Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS).

Kelima, mendorong pembiayaan melalui pembiayaan yang berwawasan lingkungan (green financing) melalui pelonggaran Loan to Value (LTV) dan uang muka, serta pelebaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan perluasan cakupan komponen sumber funding.

"Yang terakhir adalah mendukung promosi perdagangan dan investasi industri manufaktur," imbuh Difi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top