Kawasan Industri di Jatim : SIER – PIER Kejar Laba Bersih Rp187 Miliar

Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) mengoptimalkan potensi sewa lahan maupun penjualan lahan industri untuk mengejar target laba bersih yang mencapai Rp187 miliar.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  14:11 WIB
Kawasan Industri di Jatim : SIER – PIER Kejar Laba Bersih Rp187 Miliar
Petugas berjaga di kawasan industri terpadu - ANTARA/Umarul Faruq
Bisnis.com, SURABAYA – Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) mengoptimalkan potensi sewa lahan maupun penjualan lahan industri untuk mengejar target laba bersih yang mencapai Rp187 miliar.
Direktur Utama SIER – PIER Fattah Hidayat mengatakan saat ini kondisi okupansi industri di SIER sudah habis. Sebanyak 90% lahan industri telah terjual, dan 10% lahan untuk disewakan.
“Untuk yang di SIER memang sudah tidak jualan lagi karena lahan sudah habis, tapi kami optimalkan yang lahan sewa industri dan gudang, termasuk menyiapkan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk menggali pendapatan lain,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (9/8/2019).
Dia menjelaskan industri yang berdiri di SIER saat ini sebanyak 50% merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 50% lagi merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sedangkan di PIER justru lebih banyak PMA yakni sekitar 80% dengan berbagai sektor usaha seperti pabrik velg mobil ekspor, pabrik roti, hingga pabrik pakan ternak, dan 20% sisanya merupakan PMDN.
Fattah menambahkan saat ini perseroan akan lebih banyak memaksimalkan penjualan lahan industri di Pasuruan (PIER) lantaran masih sangat luas sekitar 250 ha untuk ditawarkan. Bahkan, lanjutnya, di lahan di Pasuruan masih bisa dikembangkan lagi sampai 600 ha.
“Pasuruan masih sangat potensial apalagi akses dan infrastrukturnya sangat memadai bagi industri-industri, tapi suatu saat tidak menutup kemungkinan untuk melirik kota lain misalnya di tengah ada Madiun dan Ngawi, atau di selatan ada Pacitan, kami juga sudah melakukan studi perbandingan, ternyata harga lahan di Pasuruan masih seksi,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut Fattah, pengembangan kawasan industri saat ini masih memiliki tantangan yakni tingkat upah pekerja yang menjadi pertimbangan utama para investor untuk mendirikan pabrik.
“Itu sebabnya kalau di SIER yang berada di tengah Kota Surabaya sekarang cocoknya untuk untuk industri padat modal dengan UMR yang tinggi, sedangkan di Pasuruan masih mumpuni untuk padat karya,” imbuhnya.
Adapun SIER- PIER pada tahun lalu mencatatkan kinerja pendapatan mencapai Rp780 miliar dengan laba bersih Rp161 miliar. Tahun ini pun perseroan menargetkan bisa memperoleh laba bersih yang meningkat menjadi Rp187 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri, jatim

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top