Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim Dokter Risma : Tren Perkembangan Kesehatan di ICU Butuh Seminggu

Tim dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya menjelaskan pemantauan tren perkembangan kesehatan seorang pasien yang dirawat di ruang intensive care unit (ICU) setidaknya butuh waktu satu minggu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  17:24 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bersama suami Djoko Saptoadji saat menerima tamu dalam kegiatan open house menyambut Hari Raya Idulfitri di Rumah Dinas Walikota Surabaya, Rabu (5/6/2019). - Bisnis/Peni Widarti
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bersama suami Djoko Saptoadji saat menerima tamu dalam kegiatan open house menyambut Hari Raya Idulfitri di Rumah Dinas Walikota Surabaya, Rabu (5/6/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Tim dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya menjelaskan pemantauan tren perkembangan kesehatan seorang pasien yang dirawat di ruang intensive care unit (ICU) setidaknya butuh waktu satu minggu.

Kepala Instansi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo, Dr. Hardiono, dr., Sp.An. KIC. KAKV mengatakan, saat ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih terus dalam pemantauan di ruang ICU meskipun sudah mulai membaik dari sisi berkurangnya bantuan oksigen yang diberikan dari 100% menjadi hanya 60%.

"Tapi itu tergantung progres dari kondisinya, tergantung perkembangan kondisi kesehatan Bu Risma. Biasanya, pengalaman sebelumnya kami melihat tren perkembangan minimal satu minggu. Kalau trennya membaik bisa dipindahkan dari ICU. Mudah-mudahan tidak sampai satu minggu," jelasnya saat konferensi pers di di RSUD Dr. Soetomo, Kamis (27/6/2019).

Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuhadi menambahkan, selama dirawat di ICU, pasien perlu istirahat total sehingga belum dapat dikunjungi oleh siapapun kecuali keluarganya.

"Sesuai SOP ICU ya seperti itu, pasien harus mendapatkan penanganan yang intensif sehingga perlu waktu istirahat agar lebih baik, tentunya terus dalam pantauan dokter," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan hingga kini humas pemkot pun belum bisa melihat langsung kondisi Risma saat berada di ruang ICU.

"Pada hari pertama di RSUD Soewandi saya sempat melihat ibu langsung, tapi waktu dipindah di RSUD Dr. Soetomo belum melihat karena memang belum boleh dikunjungi," katanya.

Fikser mengungkapkan, sejauh ini sudah banyak pejabat negara yang menanyakan kondisi Risma melalui pemkot, di antaranya seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima Armatim, dan sejumlah pejabat lainnya.

"Mereka komunikasi dengan pemkot untuk menanyakan kondisi tapi belum bisa dijenguk. Nanti kalau sudah di ruang perawatan baru bisa dijenguk," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya walikota surabaya tri rismaharini
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top