Bantuan Alat Pernapasan Wali Kota Risma Berkurang Jadi 60 Persen

Setiap pasien yang dirawat di ruang Intensif care unit (ICU) memiliki standar penanganan yakni memasang alat pendukung fungsi organ supaya organ tubuhnya bisa beristirahat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  15:07 WIB
Bantuan Alat Pernapasan Wali Kota Risma Berkurang Jadi 60 Persen
Kepala Instansi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo, Dr. Hardiono, dr., Sp.An. KIC. KAKV (kedua dari kiri) saat diwawancari media sesuai menggelar konferensi pers di lobi Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Tim dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyatakan kondisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ini cukup membaik dari sebelumnya sehingga pemberian oksigen dalam alat bantu pernapasan berkurang menjadi 60%.

Kepala Instansi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo, Dr. Hardiono, dr., Sp.An. KIC. KAKV menjelaskan setiap pasien yang dirawat di ruang Intensif care unit (ICU) memiliki standar penanganan yakni memasang alat pendukung fungsi organ supaya organ tubuhnya bisa beristirahat.

"Kondisinya hari ini stabil bisa dilihat dari alat bantuan pernapasannya, yang sebelumnya diberikan oksigen 100%, tapi sekarang berkurang menjadi hanya 60%," katanya saat konferensi pers di RSUD Dr. Soetomo, Kamis (27/6/2019).

Dia melanjutkan, sedangkan alat bantuan fungsi organ lainnya juga tampak bagus dan stabil baik jatung, ginjal dan pencernaan. Menurutnya, dengan pemasangan alat-alat medis tersebut, tim dokter yang bertugas bisa melihat dan memantau langsung kondisi Risma selama 24 jam.

"Kami berusaha mempertahankan kondisi stabil ini, tapi kami tidak bisa memprediksi kalau-kalau terjadi suatu perubahan, itulah standarnya perawatan di ICU. Ada satu perawat menangani satu pasien agar ketika ada perubahan bisa segera terdeteksi," jelasnya.

Hardiono menambahkan selama dirawat di ruang ICU, tim dokter juga memberikan obat penenang agar seluruh organ tubuh Risma dapat beristirahat selama proses perawatan. Selain itu, pemberian obat penenang juga selalu diberikan kepada pasien di ICU mengingat peralatan-peralatan medis tersebut menimbulkan suara yang dapat menganggu pasien beristirahat.

"Awal alat dipasang itu kan enggak nyaman. Jadi supaya nyaman, pasien harus ditenangkan, tapi hari ini sudah membaik dan sudah kontak dengan keluarganya," jelasnya.

Dari kiri-kanan, Kadis Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita, Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuhadi, Kepala Instansi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo Hardiono dan Kepala Humas Dr. Soetomo Pesta Parulian Manurung saat menggelar konferensi pers di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Peni Widarti

Wali Kota Risma sebelumnya sempat dirawat di RSUD Soewandi pada hari pertama, dan pada malam harinya langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo hingga saat ini. Risma saat ini dirawat di ruang ICU di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) tepatnya di lantai 2.

Dari pantauan Bisnis, gedung tempat Risma dirawat ini dijaga ketat oleh petugas Satpol PP Provinsi Jawa Timur dan juga petugas polisi. Petugas juga melarang masuk media sampai di lobi gedung, bahkan sempat mengusir media untuk segera keluar gedung seusai konferensi pers rampung.

Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Dr. Joni Wahyuhadi, dr.,Sp.BS (K), menambahkan saat ini Risma belum dapat dikunjungi oleh siapapun kecuali keluarganya yakni suami dan anak-anaknya mengingat Risma harus beristirahat total.

"Setiap jam 10 kami evaluasi dengan tim dokter dan setiap dokter memberikan note tren perkembangan Bu Risma. Kondisi pasien itu suatu privasi, dan baru boleh diinfokan oleh keluarganya sehingga privasi itu bisa dikeluarkan melalui keluarga atau Humas Pemkot Surabaya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
walikota surabaya tri rismaharini

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top