Okupansi Hotel di Jatim Saat Libur Lebaran Tahun Ini Lebih Bagus

Tahun ini bisa lebih bagus karena didorong oleh faktor hari libur yang panjang dan infrastruktur jalan tol baru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  19:31 WIB
Okupansi Hotel di Jatim Saat Libur Lebaran Tahun Ini Lebih Bagus
Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu hotel. - ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, SURABAYA – Tingkat okupansi hotel di Jawa Timur selama momen libur Lebaran tahun ini ternyata cukup menggembirakan seiring dengan adanya tren mudik di jalur darat menggunakan kendaraan pribadi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Herry Siswanto mengatakan umumnya selama momen Lebaran usaha hotel mengalami pertumbuhan, hanya saja untuk tahun ini bisa lebih bagus karena didorong oleh faktor hari libur yang panjang dan infrastruktur jalan tol baru.

“Dengan adanya infrastrukur baru, banyak masyarakat memilih untuk menggunakan mobil pribadi saat mudik, apalagi harga tiket pesawat juga mahal. Lalu mereka yang menempuh perjalanan jauh, membutuhkan tempat untuk istirahat atau menginap,” katanya, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, lanjutnya, panjangnya momen libur Lebaran membuat masyarakat memiliki banyak waktu untuk menikmati liburan. Kondisi tersebut terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di daerah kawasan wisata di Jatim.

“Peningkatan rata-rata okupansi hotel ini bahkan sudah terjadi pada H-5 Lebaran yang tembus 84%, tapi setelah Lebaran berakhir maka kembali turun atau normal yang saat ini okupansi rata-rata menjadi sekitar 58%,” imbuhnya.

Herry menambahkan untuk kinerja okupansi hotel di sepanjang semester I/2019 ini tercatat mencapai 69%. Pengusaha hotel di Jatim pun menargetkan supaya tingkat hunian hotel sampai akhir tahun ini bisa mencapai 76%.

Berdasarkan data BPS, jauh sebelum momen Ramadhan, yakni pada April 2019, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jatim mengalami penurunan 0,46 poin menjadi 53,01% dibandingkan bulan sebelumnya. Rerata lama menginap tamu keseluruhan pada April tersebut juga turun 0,08 poin dari 1,77 hari menjadi 1,69 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan, surabaya

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup