Cabai Merah Kerek Inflasi Mei di Kota Malang

Cabai merah menyumbang inflasi terbesar di Kota Malang pada Mei 2019.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  19:51 WIB
Cabai Merah Kerek Inflasi Mei di Kota Malang
Ilustrasi petani memanen cabai.

Bisnis.com, MALANG — Cabai merah menyumbang inflasi terbesar di Kota Malang pada Mei 2019.

Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mengatakan inflasi Kota Malang pada Mei 2019 sebesar 0,35%, lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 0,27%.

“Inflasi Kota Malang berada pada peringkat ke-5 tertinggi diantara 8 kabupaten/kota sampel penghitungan inflasi di Jawa Timur,” katanya di Malang, Senin (10/6/2019).

Sumenep menempati posisi inflasi paling tinggi dengan 0,69%, sedangkan Kota Kediri mengalami inflasi terendah dengan 0,05 %. Jika dilihat sepanjang tahun kalender 2019 hingga Mei, inflasi Kota Malang mencapai 1,27 %.

Penyumbang terbesar pada inflasi Mei, yakni bahan makanan yang secara rata-rata mengalami inflasi 1,23%. Pada kelompok ini penyumbang inflasi terbesar pada cabai merah yang selama Mei naik 15,14%.

Sementara faktor penghambat inflasi terbesar adalah penurunan harga bawang merah sebesar 9,84%.

Selain itu tarif angkutan udara memberi andil penghambat inflasi sebesar -0,015%. Ada penurunan harga tiket angkutan udara sebesar 0,5%, namun pengaruhnya besar sekali. Apalagi beberapa bulan terakhir, tiket pesawat ini memiliki andil yang signifikan terhadap inflasi di Kota Malang.

Komoditas sayuran seperti kacang panjang, cabai rawit, juga sembako seperti beras dan minyak goreng ikut meredam inflasi pada Mei. Harga emas perhiasan, tarif kereta api, bandeng/bolu, dan pasta gigi juga turun dan masuk dalam 10 komoditas utama penghambat inflasi.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Mei, yakini daging ayam ras, bawang putih, telur ayam ras, kelapa, tomat sayur, daging sapi, semen, blus (pakaian), dan juga tarif pulsa ponsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan Aminurridho menilai, kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menurunkan tarif angkutan udara ternyata berhasil menekan inflasi.

Sebulan sebelumnya, BI memprediksi inflasi di angka 0,55 %. Lalu ada revisi jadi 0,40 % setelah ada penurunan TBA tiket pesawat.

Dia menilai bahwa angka inflasi di Kota Malang masih terjaga sehingga ada tren positif pertumbuhan ekonomi. Jika inflasinya terlalu rendah, justru kasihan para pedagang. Namun dengan inflasi di angka 0,35 %, maka masih wajar. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cabai, malang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup