Gapensi Kota Malang Dukung Penggunaan Karet untuk Aspal

Kontraktor di Malang selama ini masih belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan penggunaan karet untuk aspal.
Choirul Anam | 13 Maret 2019 19:24 WIB
Ilustrasi penggunaan aspal karet. - westernpma.org

Bisnis.com, MALANG — Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Malang mendukung rencana pemerintah mewajibkan penggunaan karet untuk aspal untuk proyek-proyek, terutama jalan, dari pemerintah.

Sekretaris BPC Gapensi Kota Malang Yoga Adhinata mengatakan kontraktor di daerah selama ini masih belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan penggunaan untuk aspal, meski pemerintah telah menegaskan bahwa penggunaan karet untuk aspal kualitasnya sangat baik, lebih baik daripada tanpa campuran.

“Kami di daerah perlu diberikan sosialisasi mengenai penggunaan karet untuk aspal, termasuk cara penggunannya,” katanya di Malang, Rabu (13/3/2019).

Kontraktor, kata dia, perlu mengetahui mutu saat dilakukan pengetesan. Jika sangat bagus hasilnya, maka otomatis lebih awet dibanding aspal biasa.

“Yang kami ketahui penggunaan aspal campuran karet sudah dicoba di jalan Sumatra dan Kalimantan dan hasilnya bagus, sedangkan untuk di Jawa Timur, masih belum tahu,” ucapnya.

Namun, dia menegaskan, kontraktor patuh terhadap aturan pemerintah. Untuk daerah, terutama lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Jika spesifikasi mewajibkan menggunakan aspal campuran karet maka kontraktor tentu wajib melaksanakannya. Namun pemberlakuan ketentuan tersebut tetap perlu adanya sosialisasi.

Gapensi juga ditunggu, peraturan mengenai ketentuan tersebut. Dengan telah terbitnya ketentuan tersebut, maka kontraktor menjadi tidak ragu-ragu menggunakan aspal dengan campuran karet karena harganya lebih tinggi.

Jika hal itu terjadi, kata dia, maka positif bagi upaya mengurangi defisit perdagangan karena tidak penggunaan aspal tidak bergantung pada produk impor.

Kebijakan tersebut juga positif untuk mengerek harga karet nasional sehingga industri tanaman keras tersebut bisa berkembang dengan baik ke depannya.

Sebenarnya jika terkait dengan kebijakan perlunya menggunakan bahan material bangunan dalam negeri untuk pengerjaan proyek-proyek pemerintah, terutama pembangunan jalan, kata dia, perlu juga dipertimbangkan pemanfaatan aspal Buton.

Mutu aspal dari sana sangat baik. Namun problemnya perlu dihitung jumlah produksinya dan biaya distribusinya, pengirimannya.

“Selama ini aspal Buton tidak dilirik karena biaya pengirimannya mahal sehingga tidak efisien untuk pengerjaan proyek-proyek jalan pemerintah di daerah,” ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah akan mewajibkan penggunaan karet untuk campuran pengaspalan jalan yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK) pemanfaatan aspal karet untuk pembangunan jalan di daerah.

"Kita sudah siapkan NSPK-nya. Nanti Menteri Dalam Negeri yang akan membuat surat edaran. Kalau itu sudah selesai, berarti penggunaan karet untuk aspal wajib di seluruh daerah,” ujar Menko Darmin melalui keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Minggu (10/3/2019).

Tag : karet, aspal
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top