Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hotel Tugu Hadirkan Pentas Wayang Orang Jumat Mendatang

Hotel Tugu Malang menghadirkan pentas wayang pada Indonesia Cultural Dining Series (ICDS) 39, Jumat (15/2/2019).
Pentas wayang orang pada ICDS 39 di Hotel Tugu Malang, Jumat (11/2/2019).
Pentas wayang orang pada ICDS 39 di Hotel Tugu Malang, Jumat (11/2/2019).

Bisnis.com, MALANG — Hotel Tugu Malang menghadirkan pentas wayang pada Indonesia Cultural Dining Series (ICDS) 39, Jumat (15/2/2019).

Executive Assistant Manager Hotel Malang Crescentia Harividyanti mengatakan hotel tersebut selalu konsisten sebagai tempat aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya mengangkat,menggali,pelestarian dan pengembangan nilai – nilai seni budaya Indonesia.

“Karena itulah, pada ICDS 39 kami berkolaborasi dengan Sanggar seni Singamulangjaya dan Sanggar Seni Padakanusa menampilkan pegelaran seni wayang orang berjudul Karna Sang Kusuma,” katanya di Malang, Senin (11/2/2019).

Dalam pentas seni tersebut bercerita tentang, Kunthi seorang putra raja yang berparas cantik, tiba-tiba hamil karena dia membaca mantra. Datanglah dewa Surya memberikan sosok putra melalui telinga kunthi.

Kehamilan itu membuat Kunthi malu. Untuk menghindari fitnah maka ia membuang bayi pertamanya ke sungai Gangga dan ditandai dengan nama Karna Surya Putra. Bayi itu hanyut di sungai dan ditemukan serta dirawat hingga besar oleh kusir Adirata.

Kunthi yang telah menikah dengan Pandhu mempunyai anak Pandhawa dan salah satu diantaranya adalah Arjuna yang berparas cakap dan tangkas memanah.

Ketika masih usia remaja Arjuna belajar memanah pada guru Padhawa dan Kurawa yaitu Guru Drona ketika ia beruji memanah tiba-tiba karna yang telah beranjak dewasa masuk dan menandingi panah dari Arjuna,.

Peristiwa itu mengagetkan semua yang ada di kerajaan Astina. Kurupati yang menjadi anak pertama dari Kurawa terkesima dengan keahlian Karna dan mengangkatnya menjadi saudara Kurawa.

Seiring berjalannya waktu, terjadilah perang Bharatayudha, yakni perang saudara antara Kurawa dan Pandhawa. Ketika hendak berperangm Karna berpamitan pada ibunya, Kunthi.

Sang ibu mengangis karena mengetahui putranya sendiri akan menjadi musuh untuk adik-adik sendiri. Dia membujuk Karna untuk ikut pada pihak Pandhawa tapi kecintaan Karna untuk membela Bangsa dan Negara yang telah membesarkan dia tidak dapat dibendung.

Dia cinta pada Tanah Air, tetapi juga cinta pada adik-adikya. Karena itulah dia mengalah dan memilih untuk memenangkan adik-adikya di medan laga. Kunthi meratapi peristiwa itu.

Karna juga berpamitan pada istri tercintanya Surtikanthi. Dia pamit untuk meninggalkan istri tercintanya. Di tengah pertempuran ia dengan gagahnya berkorban demi bangsa dan negara, adik-adiknya dan istri tercintanya sampai gugur menjadi kusuma bangsa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper